Pages

Saturday, November 6, 2021

Seven Habits

SEVEN HABITS (TO BE MORE EFFECTIVE PEOPLE)

Teori SEVEN HABITS To Be More Effective People merupakan buah pikiran dari Stephen Covey dalam bukunya yang berjudul sama "The 7 Habits of Highly Effective People".

Stephen R. Covey merangkum 7 kebiasaan manusia yang sangat efektif, dimana kebiasaan merupakan faktor yang kuat dalam hidup kita.

Karena kebiasaan tersebut secara konsisten dilakukan setiap hari dan menjadi sebuah pola yang kita sadari atau tidak kita sadari sehingga mengekspresikan karakter kita dan ujungnya dalah menghasilkan efektifitas atau ketidak-efektifan kita sendiri.

Pemikiran - Tindakan - Kebiasan (plus Paradigma) - Watak - Nasib

Berdasarkan aliran sederhana diatas, bahwa kebiasaan-kebiasaan yang kita lakukan lakukan setiap hari merupakan akumulasi dari pemikiran dan tindakan kita sebelumnya.

Dan kebiasaan-kebiasaan yang menjadi pola harian kita nantinya akan menghasilkan watak serta nasib kita di kemudian hari. Jika kebiasaan yang kita lakukan adalah kebiasaan yang efektif maka watak kita menjadi baik serta nasib kita juga akan mujur.

Begitu pula sebaliknya.

Yang membedakan orang-orang yang sangat efektif dengan orang yang tidak produktif adalah bukan pada apa yang mereka miliki, tetapi pada kebiasaan-kebiasaannya. Watak seseorang terbentuk dari kebiasaan-kebiasaannya. Di alam bawah sadar, kebiasaan-kebiasaan itu membentuk dan mengubah watak seseorang. Dan ternyata kebiasaan-kebiasaan itu bisa diubah, asal kita mau walaupun membutuhkan waktu.

Taburlah pemikiran, maka Anda akan menuai tindakan.

Taburlah tindakan, maka Anda akan menuai kebiasaan.

Taburlah kebiasaan, maka Anda akan menuai watak.

Taburlah watak, maka Anda akan menuai nasib Anda.

Kebiasaan itu sendiri terjadi karena adanya paradigma. Yang dimaksud paradigma adalah sudut pandang atau kerangka yang terbentuk oleh pengalaman hidup, pendidikan maupun latar belakang kita.

Jika kebiasaan kita sebelumnya belum mencerminkan kebiasaan yang efektif, maka untuk itu perlu dilakukan perubahan paradigma untuk melakukan perubahan kebiasaan kita.

Paradigma inilah yang menentukan bagaimana kita memandang dan mengartikan dunia ini, dan dengan demikian menentukan bagaimana kita bereaksi dan bersikap terhadapnya. Sebagai contoh mula-mula astronom Mesir, Ptolemy mengatakan bahwa bumi adalah pusat jagat raya. Tapi kemudian Copernicus menyebabkan perubahan paradigma, ketika dia membuktikan bahwa sebenarnya mataharilah pusat dari jagad raya.

Pengertian akan konsep paradigma ini membuat orang belajar mengerti bagaimana orang lain memandang persoalan yang sama dengan kacamata yang berbeda. Pengertian tentang paradigma ini juga dapat menghindarkan orang dari sikap merasa dirinya sebagai korban lingkungan atau orang lain, sehingga seringkali melakukan "blaming others" (menyalahkan orang lain), karena menganggap dunialah yang salah kalau sesuatu itu tidak sesuai dengan harapannya.

Selanjutnya Stephen Covey menjelaskan bahwa di dunia ini ada hukum alam untuk kematangan. Seorang bayi berkembang dari ketergantungan pada orang tuanya menjadi mandiri sebelum akhirnya mencapai kamatangan pemahaman akan saling ketergantungan dengan orang lain di sekitarnya. Ekosistem alam tercermin dalam ketergantungan kolektif dari masing-masing warga masyarakat, satu terhadap yang lain.

Ketergantungan seorang bayi paradigmanya adalah "Engkau" (engkau merawatku, kalau ada yang salah, itu salahmu), sedangkan pada kemandirian remaja adalah "Aku" (ini pilihanku, aku akan mengerjakannya sendiri). Dan dalam tahap saling tergantung, orang dewasa adalah "Kita" (kita bisa bekerja sama, sebaiknya kita bersatu)

Dalam proses kematangan seseorang dari tahap ketergantungan (dependent) menjadi kemandirian (independent) dan kemudian saling tergantung (interdependent) ada kebiasaan-kebiasaan yang perlu dikuasai supaya seseorang bisa menjadi sangat efektif.

Stephen Covey menyatakan bahwa adanya 7 kebiasaan yang perlu dimiliki. 3 diantaranya berkaitan dengan penguasaan diri, yaitu:

A. Ketergantungan / Dependent (Private victory)

1. Be Proactive (Jadilah pro-aktif)

2. Begin With The End in Mind

    (Merujuk pada tujuan akhir)

3. Put First Thing First

   (Dahulukan yang utama)

 

Kalau kita dapat menguasai ketiga kebiasaan ini, maka kita akan mengalami apa yang disebut "Private Victory" (Kemenangan Pribadi) dan kita boleh dikatakan telah mencapai tahap kemandirian (independent).

Setelah mandiri ini, kita dapat meraih "Public Victory" (kemenangan publik) dengan menguasai 3 kebiasaan selanjutnya, yaitu

B. Kemandirian / Independent (Public victory)

4. Think Win-Win (Berpikir menang-menang)

5. Seek First to Understand then to be Understood

   (Berusaha mengerti terlebih dahulu, baru dimengerti)

6. Synergize  (Wujudkan sinergi)

 

Proses ini tidak bisa dibalik, sebagaimana kita tidak mungkin panen sebelum menanam. Jadi prosesnya berlangsung dari dalam keluar (inside out), yaitu memulai dari diri sendiri (Ibda bin nafsi - Rasulullah SAW) baru dengan orang lain.

Dan kemudian kebiasaan terakhir

C. Saling tergantung / Interpendent

7. Sharpen the Saw (asahlah gergaji)

Sharpen the Saw  adalah kebisaan untuk selalu melakukan pengembangan diri.

Agar lebih paham mengenai 7 kebiasaan efektif tersebut, mari kita bahas lebih detail.

 

KEBIASAAN 1 : BE PROACTIVE

Bersikap proaktif tidak hanya berarti mengambil inisiatif tetapi juga bertanggung jawab atas tindakan-tindakannya. Seseorang yang proaktif mempunya kebiasaan memilih sendiri keputusan-keputusannya dan bertanggung jawab akan akibat dari keputusannya itu.

Sedangkan orang yang reaktif (kebalikan dari proaktif) sikapnya berdasarkan kondisi atau sikap orang lain dan karena itu tidak bertanggung jawab dan cenderung menyalahkan orang lain.

Contoh pernyataan orang proaktif sbb:

Apa pilihan yang ada?

Apa yang dapat diperbaiki?

Saya menguasai emosiku

Saya mau atau tidak mau

Saya suka atau tidak suka

Saya hendak dan merencanakan

 

Sedangkan contoh pernyataan orang reaktif sbb:

Saya tidak bisa berbuat apa-apa

Begitulah sifat saya

Dia sih yang bikin aku marah

Saya tidak bisa

Saya terpaksa

Seandainya saja                     

 

KEBIASAAAN 2 : BEGIN WITH THE END IN MIND

Ini adalah kebiasaan kepemimpinan diri (personal leaderhip) yaitu memulai suatu kegiatan dengan suatu kejelasan tentang apa hasil yang ingin dicapai. Segala sesuatu diciptakan dua kali. Produk apa pun yang dihasilkan pada mulanya telah ada sebagai konsep, baru kemudian secara fisik.

Misalnya : membangun rumah, selalu ada rancangannya terlebih dahulu.

Kepemimpinan adalah “ciptaan pertama”, yaitu “doing the right things“.

Manajemen adalah “ciptaan kedua”, yaitu “doing things right“.

 

KEBIASAAN 3:  PUT FIRST THING FIRST                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  

Ini adalah kebiasaan mengelola prioritas. Kita harus bisa membedakan apa yang penting (important) dan apa yang mendesak (urgent). Hal-hal yang mendesak selalu “menyerang” kita, dan biasanya kita bereaksi terhadapnya; waktu kita banyak yang habis untuk mengurusi hal-hal yang mendesak ini, dan seringkali melupakan hal-hal yang justru penting.

Orang-orang yang sangat efektif pandai menggunakan waktunya untuk mengelola hal-hal yang penting, dan sikapnya yang proaktif akan mengurangi timbulnya hal-hal yang mendesak.

Kalau ketiga kebiasaan ini bisa kita kuasai maka kita bisa dikatakan mandiri, dan kini siap memasuki kehidupan yang saling tergantung atau interdependent. Agar kita bisa sangat efektif dalam hidup yang saling tergantung, kita perlu memiliki kebiasaan-kebiasaan selanjutnya.

 

KEBIASAAN 4 : THINK WIN-WIN

Menang-menang adalah suatu sikap mental untuk mencari keuntungan bersama. Pada dasarnya ada enam paradigma interaksi manusia; empat di antaranya adalah:

Menang/Kalah. Semboyannya “Kalau Anda menang, saya pasti kalah; jadi saya harus menang,  dan Andalah yang kalah” (contoh: kepemimpinan yang otoriter). Segala sesuatu menjadi persaingan dan setiap kemenangan harus menyebabkan kekalahan pihak lain.

Kalah/Menang adalah mentalitas orang kalah yang selalu tunduk pada keinginan pihak lain. “Apa sajalah, asal tetap damai”. Ini lebih buruk daripada sikap Menang/Kalah karena sama  sekali tidak mempunyai pendirian atau keberanian untuk menyatakan keyakinannya. Yang ada hanya mengalah terus-menerus.

Kalah/Kalah adalah hasil jika dua orang keras kepala, egois dan bersikap mau menang sendiri bertemu. Ini dapat berubah menjadi obsesi permusuhan yang dapat mendorong terjadinya peperangan. Orang dikuasai oleh dorongan untuk mengalahkan pihak lain, bahkan tanpa peduli  akan kerugiannya sendiri.

Menang/Menang adalah falsafah yang dianjurkan Stephen Covey bagi hubungan antara manusia. Yaitu, mencari terus menerus akan manfaat timbal balik dalam setiap interaksi.      

Dengan menganut paradigma ini, seseorang tidak akan bahagia kalau pihak lainnya tidak bahagia juga. Hidup ini dipandang sebagai kerjasama bukan sebagai permusuhan. Orang yang efektif berprinsip menang-menang dalam tindakannya dan kesepakatannya.

Mentalitas menang-menang ini baru bisa dilakukan kalau kita punya “abundance mentality”, yaitu pemikiran bahwa segala sesuatunya itu berkelebihan sehingga tidak perlu kita mematikan orang lain untuk mendapatkan keuntungan.

Orang yang mempunyai sikap menang-kalah didasari oleh “scarcity mentality”, seakan-akan segala sesuatunya itu terbatas sehingga harus  diperebutkan, bilamana perlu dengan mengalahkan pihak lain.

KEBIASAAN 5 : SEEK FIRST TO UNDERSTAND THEN TO BE UNDERSTOOD

Inilah kebiasaan berkomunikasi secara efektif. Para dokter menganalisa penyakit pasiennya sebelum memberi resep. Seorang top salesman akan mempelajari kebutuhan pelanggannya terlebih dahulu sebelum menawarkan produk atau jasanya.

We see the world as we are, not as it is. Kita melihat dunia dari kacamata kita bukan sebagaimana adanya. Persepsi kita dibentuk oleh pengalaman-pengalaman kita, dan seringkali hal ini membatasi kita. Tantangan untuk memecahkan perbedaan pendapat adalah   dengan mencoba mengerti sudut pandang atau paradigma orang lain terlebih dahulu.

Kalau kita bisa mengerti secara penuh seseorang, maka ia akan menurunkan tembok pembatasnya.

Memaksakan kehendak kita secara emosional tidak akan produktif malahan sebaliknya: counterproductive.

 

KEBIASAAN 6 : SYNERGIZE

Ini adalah kebiasaan untuk mewujudkan kerja sama dan mencari alternatif-alternatif baru yang jauh lebih besar.

Sinergi berarti 1 + 1 > 2. Sinergi adalah hasil dari menciptakan suasana di mana orang-orang yang berbeda dapat saling memberi sumbangannya berdasarkan kekuatan masing-masing sehingga hasilnya akan lebih besar dibandingkan bila dikerjakan sendiri-sendiri.

Sinergi adalah pendekatan yang paling efektif untuk memecahkan persoalan daripada sikap yang apatis (asal damai saja) ataupun konfrontasi (tidak mau kalah).

 

KEBIASAAN 7 : SHARPEN THE SAW

Ini adalah kebiasaan untuk perbaikan diri. Istilah ini berasal dari kisah dua orang tukang kayu. Yang satu terus menggergaji dan merasa terlalu sibuk untuk berhenti sebentar. Yang lain berhenti sesekali untuk mengasah gergajinya. Justru yang kedua ini hasilnya lebih banyak dan lebih baik.

Seorang yang efektif akan melakukan kebiasaan-kebiasaan untuk mengembangkan pertumbuhan pengetahuan, mental, spiritual maupun ketahanan fisiknya, karena menyadari bahwa dengan pengembangan diri itu dia bisa lebih produktif dan efektif dan tidak “habis-habisan”.

Friday, November 5, 2021

Practice Makes Perfect (10.000 Jam)

PRACTICE MAKES PERFECT (10.000 JAM)

Sebelum membahas hal yang inti, ada baiknya kita melakukan "pemanasan" kata, kata apa yang tepat untuk practise? Praktek atau praktik?

Penyesuaian akhiran –ic dalam bahasa Inggris atau -isch dalam bahasa Belanda menjadi –ik dalam bahasa Indonesia. Praktik adalah serapan yang tepat, sehingga kata yang tepat adalah kerja praktik, malpraktik, dan praktik dokter. Dari kata praktik, diturunkan kata praktikan (orang yang sedang melakukan praktik) dan praktikum (kegiatan yang terkait dengan praktik atau percobaan).

Bahkan dalam kamus besar bahasa Indonesia pun yang diketemukan adalah praktik.

praktik/prak·tik/ n 1 pelaksanaan secara nyata apa yang disebut dalam teori: teorinya mudah, tetapi -- nya sukar; 2 pelaksanaan pekerjaan (tentang dokter, pengacara, dan sebagainya): -- dokter dibuka mulai pukul 15.00; 3 perbuatan menerapkan teori (keyakinan dan sebagainya); pelaksanaan: aturan itu menemui kesukaran dalam -- nya;

Sudah cukup pemanasannya. Kita sekarang memasuki pembahasan inti.

“Practice makes perfect” mempunyai makna bahwasanya semakin banyak anda berlatih, semakin besar pula rasa percaya diri kita karena semakin sempurnanya keahlian / skill kita, karena semakin baiknya pengetahuan / knowledge.

Terdapat teori bahwa agar seseorang menjadi ahli dan pakar dalam bidang tertentu (Mastery in a Field), maka orang tersebut harus bergelut dan menekuni bidangnya tersebut hingga 10.000 jam lamanya.

Adalah Malcolm Gladwell yang menjelaskan dalam bukunya Outliers, yang mengatakan bahwa kesuksesan adalah rangkaian dari latihan dan praktik berkesinambungan selama 10.000 jam akan menjadikan Anda seorang ahli dalam bidangnya.

Itu artinya kita harus menekuni bidang tersebut dengan profesional selama 40 jam seminggu dan pada tahun kelima kita akan mencapai 10.000 jam.

Yang menjadi contoh tokoh sukses dunia yang telah melewati 10.000 jam dengan tekun adalah The Beatles, Bill Gates dan Mozart. Mereka adalah para outlier yang telah membuktikan kaidah 10.000 jam.

Untuk itu agar kita dapat meniru kesuksesan mereka yaitu dengan menjadi master di bidang kita maka yang perlu kita lakukan adalah massive action dan berlatih selama 10.000 jam dengan penuh komitmen.

Perhitungan selebihnya adalah tinggal seberapa besar keinginan dan seberapa lama kita ingin menyelesaikan 10.000 jam tersebut, kurang dari 5 tahun atau lebih dari 10 tahun hal tersebut adalah keputusan pribadi masing-masing.


Thursday, November 4, 2021

Saat Motivasi Bertemu Dengan Visi

SAAT MOTIVASI BERTEMU DENGAN VISI

Orang yang sukses baik di dunia kerja maupun di dunia enterpreneurship tidak hanya dikarenakan faktor dari visi dari perusahaan yang menaungi dia kerja. Tapi juga dikarenakan faktor lain yang menjadi pendorong sekaligus menjadi sumber energi sehingga seseorang bisa maju dan sukses. faktor tersebut adalah motivasi.

Motivasi ini ibarat mobil, jika tidak ada sumber energi berupa bensin, maka niscaya mobil tersebut akan melambat dan berhenti. Untuk dapat menjalankannya perlu asupan sumber energi, baik berupa premium, pertalite maupun pertamax,

Motivasi ada kalanya naik turun, hal tersebut adalah wajar dan normal bagi manusia. Yang terpenting motivasi tetap dijaga dalam batas tertentu sehingga tidak keluar masuk atau On / Off.

Lalu apa itu motivasi?

 

MOTIVASI

Definisi dari motivasi secara teori adalah sebagai berikut. Motivasi adalah dorongan internal dan eksternal dalam diri seseorang yang diindikasikan dengan adanya;

  • Hasrat dan minat,
  • Dorongan dan kebutuhan,
  • Harapan dan cita-cita,
  • Penghargaan dan penghormatan.

 

Mari kita bahas keempat jenis motivasi yang melandasi 4 tokoh berikut dapat meraih kesuskesan. 


MARK ZUCKERBERG & FACEBOOK

Hasrat dan minat Mark Zuckerberg pada komputer dan bahasa pemrograman sudah terlihat dari kecil, berikut adalah hasil karya dari sang pendiri Facebook.

Umur 12 tahun, membuat program messaging untuk ayahnya guna memudahkan keperluan pasien dalam berkomunikasi tanpa pengeras suara.

Umur 15 tahun, bersama temannya Kristopher Tillery, membuat website yang digunakan oleh siswa Exeter untuk membeli snack secara online.

Umur 16 tahun, bersama temannya Adam D’Anelo membuat Synapse, yaitu plug-in untuk program MP3 Winamp yang dibeli oleh ke AOL dan Microsoft.

Umur 18 tahun, membuat situs coursematch.com sehingga mahasiswa dapat menulis mata kuliah yang diambilnya dan mahasiswa tersebut dapat melihat siapa saja yang mengambil mata kuliah yang sama.

Umur 19 tahun, membuat website facemash.com untuk membandingkan cewek satu dengan yang lainnya.

Umur 20 tahun , akhirnya membuat website thefacebook.com yang akhirnya dikenal sekarang dengan facebook.com

 

RANGGA UMARA DAN PECEL LELE LELA

Rangga Umara awalnya adalah karyawan dengan posisi manajer di perusahaan swasta. Perusahaan tempat kerjanya tidak sehat dan PHK hanyalah menunggu giliran. Karena faktor dorongan dan kebutuhan Rangga lalu mulai merintis bisnis sendiri.

Rangga mulai membuka warung seafood kaki lima dengan diferensiasi tempat dibuat unik. Sampai tiga bulan pertama, warung seafood-nya masih sepi pengunjung.

Lalu Rangga memutuskan untuk berjualan pecel lele, makanan favorit saat kuliah dengan inovasi memperbaiki bentuk lele sebagai makanan yang tidak menarik dengan dibaluri tepung dan telur, muncul menu utama, yaitu lele goreng tepung, lele filet kremes, dan lele saus Padang.

Lalu Rangga membangun pondasi usahanya dengan membuat SPO, sebagai usaha untuk mengontrol kualitas makanan agar rasanya tidak berubah-ubah dan pelayanannya pun mempunyai diferensiasi trersendiri. Pada 2009 Rangga mulai mewaralabakan Pecel Lele Lela. Waralaba Pecel Lele Lela berdampak positif untuk pengembangan usaha.

 

ANDY FLORES NOYA & KICK ANDY

Wartawan menjadi harapan dan cita-cita Andy Flores Noya sejak ia masih terbilang kecil. Lulus dari SMK, Andy melanjutkan kuliah di Sekolah Tinggi Publisistik. Semasa kuliah, Andy terjun menjadi wartawan.

Tahun 1985, Andy menjadi reporter majalah Tempo. Tahun 1986, ia berhenti kuliah dan berkarir penuh sebagai wartawan. Tahun 1987, Andy bergabung di harian Bisnis Indonesia sebagai reporter harian ekonomi.  Tahun 1988, Andy melompat ke majalah Matra. Lalu Andy loncat ke koran Media Indonesia (MI).

Tahun 1999, RCTI Andy diutus untuk memimpin Seputar Indonesia sekaligus memuluskan proses transisi ke RCTI. Tahun 2000, Andy kembali memimpin Metro TV sebagai pemimpin redaksi. Tahun 2003 Andy ditarik kembali ke Media Indonesia dan menjadi pemimpin redaksi.

Tahun 2006, saat pemimpin redaksi Metro TV Don Bosco mengundurkan diri, Andy Noya, diminta menjadi pemimpin redaksi Metro TV. Ia pun dipercaya menjadi host salah satu acara yang judulnya diambil sendiri dari namanya, yaitu Kick Andy, sebuah acara talk show yang disiarkan oleh Metro TV dan tayang setiap Jum'at malam.

 

USAIN BOLT PELARI TERCEPAT SEDUNIA

Usain Bolt adalah pelari Jamaika, yang semasa hidupnya didedikasikan latihan demi latihan untuk meraih penghargaan dan penghormatan.

  • Tahun 2004, Bolt menciptakan rekor dunia junior lari 200 m (19,93 detik).
  • Kejuaraan Dunia 2007 di Osaka, Bolt meraih medali perak lari 200 m (19,91 detik).
  • Kejuaraan Reebok New York 2008, Bolt memecahkan rekor dunia lari 100m (9,72 detik).
  • Olimpiade Beijing 2008, Bolt memecahkan rekor dunia lari 100m dan 200m (9,69 detik dan 19,30 detik).
  • Olimpiade Beijing 2008, Bolt menciptakan rekor dunia lari estafet (37,10 detik).
  • Kejuaraan Atletik Dunia tahun 2009, Bolt memecahkan rekor dunia lari 100m dan 200m (9,58 detik dan 19,19 detik).
  • Kejuaraan Dunia Atletik 2009 di Berlin, Bolt memecahkan rekor dunia baru di nomor lari 200 meter (19,19 detik).
  • Olimpiade 2012 di London,Bolt membawa pulang medali emas dari nomor lari sprint 100 dan 200 meter, serta lari estafet 4x400 meter.

Usain Bolt merebut gelar atlet terbaik dunia dalam Laureus World Sports Awards yang digelar tahunan. Bolt menang untuk ke-tiga kalinya.

Wednesday, November 3, 2021

Alasan dan Motivasi Kerja

ALASAN DAN MOTIVASI KERJA

Setiap orang memiliki beragam alasan mengapa bekerja, yang tentunya satu orang dengan orang lain tidak sama. Satu alasan dengan alasan yang lain yang berbeda tersebut tidak ada yang lebih baik antara yang satu dengan yang lain.

Namun kita perlu mengetahui alasan mengapa kita bekerja, untuk mempertebal motivasi saat menjalankan aktivitas bekerja, sehingga kita dapat mencapai level dan tingkatan tertinggi yang bisa dicapai.

Terdapat beberapa teori yang berkaitan dengan motivasi, yaitu

  • Teori kebutuhan sebagai hierarki dari Abraham Maslow
  • Teori X dan Teori Y dari Douglas Mc-Gregor
  • Teori Motivasi-Hiegene dari Frederick Herzberg
  • Teori Existence, Relatedness & Grow (ERG) dari Clayton Alderfer
  • Teori Tiga Kebutuhan
  • Teori evaluasi kognitif
  • Teori penentuan tujuan
  • Teori penguatan
  • Teori keadilan
  • Teori harapan

Abraham H. Maslow berpendapat bahwa kebutuhan manusia diklasifikan menjadi 5 hierarki kebutuhan, yaitu :

1.       Kebutuhan Fisiologis, seperti sandang pangan dan papan yang merupakan kebutuhan paling dasar bagi setiap manusia.

2.       Kebutuhan akan Keamanan, rasa aman yang meliputi keamanan fisik dan psikologis, termasuk perilaku adil dalam pekerjaan misalnya.

3.       Pemuasan Kebutuhan Sosial, dalam kehidupan organisasional, manusia sebagai makhluk social membutuhkan pengakuan akan keberadaannya.

4.       Kebutuhan Esteem, dikarenakan manusia memiliki harga diri, maka manusia juga memerlukan pengakuan akan keberadaan dan statusnya oleh orang lain.

5.       Aktualisasi Diri, dalam diri setiap orang memiliki kemampuan dan potensi terpendam yang belum dikembangkan secara keseluruhan.

 

Berikut adalah 3 alasan dan motivasi orang bekerja pada umumnya.

 

BEKERJA KARENA HOBI

Hobi bisa menjadi pekerjaan sehari-hari, tentunya akan sangat menyenangkan karena sesuai dengan passion. Misalnya kamera bisa menjadi jalan untuk mencari uang dan berbisnis jika anda untuk menjadi fotografer yang bisa mengoperasikan kamera dan menghasilkan gambar yang bagus.

Atau jika Anda gemar melakukan eksperimen soal makanan maka jadikan hobi tersebut sebagai salah satu pekerjaan yang menyenangkan serta menjanjikan dengan memulainya melalui langkah kecil seperti mengetes masakan Anda kepada tetangga, teman ataupun keluarga.

 

BEKERJA KARENA TANGGUNG JAWAB

Tiap status dalam hidup itu ada tanggung jawabnya. Misalnya bekerja untuk mencari nafkah, membiayai hidup untuk diri sendiri dan keluarga.

Contoh lainnya adalah seorang pekerja yang ingin mendapatkan uang yang lebih, misalnya saja untuk membelikan hadiah boneka untuk anak perempuannya maka ia akan bersedia bekerja lembur. Ingin mendapatkan uang yang lebih untuk membelikan puterinya sebuah boneka adalah contoh motivasi mengapa ia mau bekerja lembur.

 

BEKERJA KARENA VISI

Dengan memiliki visi maka seseorang akan memprediksikan sesuatu yang terjadi di masa depan dengan melihat gejala-gejala yang sekarang terjadi. Tanpa visi kerja yang jelas, orang-orang akan sibuk dalam rutinitas, tetapi tidak memiliki penglihatan untuk menghasilkan mahakarya seperti yang dikehendaki.

Visi kerja yang dilengkapi dengan pengetahuan, kemampuan, keterampilan, disiplin, fisik tubuh yang bugar, mental positif, gairah kerja dalam ketekunan yang luar biasa, dan motivasi yang selalu menyala, akan menjadi kekuatan unggul untuk menciptakan hasil akhir yang mahakarya.


Tuesday, November 2, 2021

Sindrom 5K

SINDROM 5K

Berdasarkan pengalaman di 3 perusahaan dari 4 perusahaan yang pernah aku singgahi, terdapat beberapa karyawan yang mengalami sindrom kerja atau yang biasa disebut dengan Sindrom 5K.

Sindrom kerja ini berkaitan turn over atau keluar dan masuknya kembali karyawan di suatu perusahaan. Yaitu awalnya Kagum saat akan diterima sebagai karyawan, kemudian setelah beberapa lama Kaget saat bekerja, lalu Kecewa karena beberapa hal di dunia kerja tidak sesuai dengan harapannya, lalu Keluar dari perusahaan, dan kemudian karyawan tersebut Kembali karena di perusahaan lain ternyata tidak lebih baik.

 

KAGUM

Rasa kagum biasanya muncul pada fresh graduate. Calon karyawan baru merasa kagum pada perusahaan yang akan dituju sehingga timbul ekspetasi yang mungkin berlebihan. Menerka-nerka yang berlebihan atau juga mendapat info yang keliru dari informan yang salah.

 

KAGET

Saat menjadi karyawan di perusahaan tersebut benih-benih kaget akan bermunculan. Apalagi jika saat bekerja dan istirahat makan siang atau diluar jam kerja ngobrol dengan karyawan lama yang terkadang memberikan intermezo yang dilebih-lebihkan yang cenderung negatif.

 

KECEWA

Terlebih jika bertemu dan berinteraksi dengan gerombolan karyawan "sakit hati". Maka rasa kaget akan berubah menjadi rasa kecewa. Rasa kecewa ini muncul dikarenakan ketidaksesuaian rasa kagum di awal akan masuk di perusahaan.

 

KELUAR

Akumulasi rasa kecewa ini akan menggunung seperti bola salju yang semakin lama semakin membesar. Sehingga akan muncul aksi nekat yaitu keluar dari perusahaan. Resign baik-baik ataupun juga keluar tanpa pamit juga pernah penulis jumpai.

 

KEMBALI

Namun setelah bekerja dan mencoba peruntungan di perusahaan lain dan menimbang-nimbang dan membanding-bandingkan perusahaan sekarang dengan perusahaan yang sebelumnya, maka akan muncul kesimpulan bahwa bekerja dimana-mana sama. Ada kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Bahkan mungkin baru terasa bahwa di perusahaan lama sebelumnya ternyata lebih baik. Dan menyesal telah keluar. Lalu muncul ingin kembali ke perusahaan lama. Dan beberapa memang ada yang masuk kembali, bahkan tidak hanya sekali kembali, ada juga yang keluar 2x dan kembali 2x.

Sampai-sampai kita beru julukan S2 bagi yang keluar dan kembali lagi dan julukan S3 bagi yang sudah keluar 2x dan kembali 2x ke perusahaan lama.


Monday, November 1, 2021

Hard skill dan Soft skill

HARD SKILL DAN SOFT SKILL

Hard skill adalah kemampuan seseorang yang bersifat nyata atau kasat mata, mencakup misalnya kemampuan intelektual (IQ). Sedangkan soft skill adalah kebalikannya yaitu kemampuan yang bersifat abstrak, mencakup kemampuan pengelolaan emosi (EQ).

Emosi yang dimaksud disini tidak melulu bermakna kemarahan. Emosi merupakan reaksi terhadap rangsangan dari luar dan dalam seseorang, misalnya gembira, tertawa dan sedih.

Secara garis besar emosi dapat digolongkan menjadi 2, yaitu emosi positif dan emosi negatif. Orang yang menduduki jabatan yang lebih tinggi misalnya manajer sangat dianjurkan selalu menampilkan emosi yang positif. Dengan pengelolaan emosi yang positif diharapkan berbagai manfaat dapat diraih.

Delapan puluh persen (80%) kesuksesan manusia ditentukan oleh bagaimana cara ia membawa diri atau mengelola emosinya di tempat kerja.

Selain belajar formal untuk mendapatkan ilmu teori, soft skill juga tak kalah penting. Soft skill ini bisa kamu dapatkan jika kamu berinteraksi dengan orang lain.

Dan wadah yang sesuai untuk mengasah soft skill adalah organisasi. Organisasi apa saja, baik itu himpunan mahasiswa di kampus, organisasi di lingkungan dan organisasi lainnya.

Mengapa soft skill itu perlu dan penting? Soft skill ada beberapa, diantaranya adalah leadership dan comunication skill. Karena tingkat pendidikan kita adalah strata satu (S1) maka didunia kerja kita akan memimpin suatu tim yang pada umumnya tingkat pendidikan mereka adalah SMA, yang mana pemahaman mereka akan berbeda sama sekali dengan teman kita yang sama-sama mengenyam bangku kuliah.

Maka tidak lucu kalau kita saat akan memberikan instruksi kepada anak buah kita, kita tidak dapat menjelaskan dengan tenang dan jelas. Karena kita telah grogi duluan. Karena kita tidak pede.

Akan mudazir kalau kita punya segudang ide, tapi tidak pernah terwujud, karena anak buah kita sebagai tim tidak bekerja dengan efektif dan efisien sesuai dengan yang kita mau, sesuai dengan yang kita inginkan.

Kemampuan ini akan efektif jika kita asah. Selain dengan organisasi, kita manfaatkan media lain, semisal saat kuliah, kita ada yang tidak jelas. Cobalah mengacungkan tangan, lalu bertanya.

Dengan bertanya, kita telah belajar memupuk 2 hal. Keberanian dan komunikasi. Keberanian, karena kita telah mengalahkan rasa takut dan malu terhadap forum, bahwa kita tidak paham. Berani menepis dicap bodoh.

Dan dengan bertanya, kita belajar menata ucapan kita secara diplomatis mungkin, sehingga pertanyaan yang kita ajukan bukan merupakan pertanyaan bodoh, tapi merupakan pertanyaan yang cedas.

Soft skill mencakup 3 hal yaitu sikap, komunikasi dan etika.

 

SIKAP

Tahu cara menjaga attitude (sikap) dan tindakan. Sikap dan mental juga perlu dimiliki setiap orang yang ingin menapak ke jenjang karir puncak.

Mengenai attitude,  Stephen Covey menjabarkan dengan sangat menarik yaitu mengenai prinsip 10/90, dimana 10% dari kehidupan terjadi yang langsung, sedangkan 90% ditentukan dari cara kita bereaksi.

Untuk membentuk sikap mental dan sikap sosial maka perlu diciptakan iklim sebagai berikut :

1.       Sense of belonging

2.       Sense of responsibility

3.       Sense of self correction

Contoh tokoh sukses yang menjadi favorit lainnya adalah Merry Riana, dimana sebelumnya dia tidak memiliki modal, koneksi dan keahlian apapun. Namun dengn bermodal attitude positif, ketekunan dan kerja keras akhirnya Merry Riana mencapai kesuksesannya.

                                             

KOMUNIKASI

Komunikasi adalah masalah penyampaian. Dalam sebuah perselisihan sebenarnya perbedaan yang ada hanyalah tipis dibandingkan yang kita pikirkan sehingga negosiasi merupakan hal yang lebih produktif.

Komunikasi, yang tidak hanya sekedar bicara, tapi juga mengekspresikan perasaan dalam bentuk non-verbal.

Seni komunikasi adalah bahasa kepemimpinan. Sehingga kita perlu mempunyai kemampuan ketepatan dalam komunikasi, karena hal tersebut sangat penting sebab kata yang salah atau salah dimengerti bisa menimbulkan bencana.

Prinsip dasar komunikasi adalah

1.       Jangan mengkritik

2.       Jangan mengutuk

3.       Jangan mengeluh

 

Komunikasi merupakan manifesi dari pikiran, niat dan kesimpulan tentang orang disekitar kita.

Kemampuan berkomunikasi yang dimaksud adalah memilih pola pembicaraan terbaik agar maksud dan tujuan pembicaraan tercapai, dengan cara menyusun struktur kerangka global pembicaraan dalam benak sebelum pembicaraan berlangsung dengan mengunakan bahasa dan kata yang tepat.

Untuk meningkatkan produktivitas dibahas pula sebagian tips yaitu dengan melakukan komunikasi "atas-atas", "atas-bawah" dan komunikasi "bawah-bawah". Serta dihindari komunikasi dan hierarki yang terlalu panjang karena akan berjalan dengan tidak efektif dan efisien.

Seorang pemimpin memerlukan pemahaman mengenai cara berkomunikasi dengan orang lain yang ada di sekitarnya terutama dengan para anggota. Oleh karena itu, seorang pemimpin memerlukan pemahaman mengenai komunikasi antarpribadi seperti penggunaan komunikasi verbal (ucapan) dan nonverbal (bahasa tubuh).

Perlu melakukan komunikasi yang efektif sebagai keahlian dasar untuk membentuk tim yang efektif, menciptakan kesatuan tujuan dan menggerakkan organisasi ke tingkat yang lebih tinggi.

ETIKA

Mempengaruhi merupakan keahlian utama yang harus dimiliki untuk bertahan dan meraih kesuksesan.

Orang yang mempunyai kemampuan luar biasa adalah orang yang dapat menyakinkan orang lain dan dapat membuatnya sepaham dengan dirinya dan mampu membuat orang lain melakukan apa yang diinginkan.

Untuk itu kita perlu memiliki hal apa yang dinamakan dengan Ethos atau etika, salah satunya agar kita bisa menjadi persuasive. Sikap etika yang baik akan ditunjukkan dengan perilaku kita seperti :

1.       Menyenangkan

2.       Jujur

3.       Tepat janji

4.       Amanah

 

Sebagai pejuang karier kita dituntut secara profesional mempunyai komitmen dan dedikasi terhadap pekerjaan dan terhadap perusahaan tempat kita bernaung. Selain komitmen dan dedikasi, hal lain yang wajib kita punya sebagai seorang pejuang karier adalah mempunyai integritas yang ditunjukkan dengan salah satunya menjunjung tinggi nilai kejujuran.

Di dunia kerja dalam menuntut karier, kita mempunyai 2 opsi yaitu kompetensi manajerial yang berhubungan dengan pengelolaan organisasi dan kompetensi spesialis yang berhubungan dengan suatu keahlian tertentu dalam suatu bidang.

Perlu kita ketahui pula sebagai dalam meniti karier pertama bahwa dalam melangkah ke dunia kerja terdapat hidden talent atau sesuatu yang tersembunyi dalam diri kita mengenai diri kita yang akan keluar dengan sendirinya saat kita menghadapi masalah terutama masalah baru yang asing bagi kita.

Tempaan mental yang dapat menumbuhkan semangat juang seseorang dalam menjalani karier. Sehingga suatu ujian dan halangan hanyalah sebuah tantangan yang harus dihadapi.

Dalam menghadapi masalah di dunia kerja, seseorang mempunyai 2 macam karakter, yaitu open-minded, yaitu seseorang yang mempunyai pikiran yang terbuka dan yang kedua adalah narrow-minded, yaitu orang yang mempunyai pikiran sempit. Tentunya yang baik adalah pilihan yang pertama, dan pada umumnya orang sukses adalah orang yang mempunyai pikiran terbuka terhadap segala hal.

Kita harus memahami diri sendiri akan seberapa cepat kita mempelajari sesuatu. Sehingga dengan begitu kita akan tahu kapan harus berhenti sejenak karena selalu akan muncul titik jenuh. Saat berada pada titik tersebut itulah saatnya kita melambatkan ritme dan menyegarkan diri supaya siap dengan tantangan berikutnya.

Seperti halnya dengan olahraga, sebelum memasuki babak kedua, kita wajib berhenti sejenak untuk minum setelah habis-habisan bermain pada babak pertama.

 

Orang yang sukses dalam dunia kerja apapun harus mempunyai 3 atribut, yaitu visi, disiplin tinggi dan passion yang membara. Visi adalah keinginan dan impian kita yang menjadi harapan dan tujuan kita untuk masa depan. Visi inilah yang menjadi alasan kita melakukan sesuatu demi masa depan. Sehingga dengan visi yang kuat membuat kita akan selalu semangat dalam melaksanakan rencana demi tujuan masa depan.

 

VISI

Visi adalah pandangan kedepan suatu perusahaan sebagai tujuan perusahaan yang menjadi landasan apa yang harus dilakukan untuk mencapai tujuannya tersebut pada masa depan.

Pemimpin harus mampu menentukan bagaimana masa depan yang sesuai dengan visi dan inspirasi untuk mencapai tujuan.

Dengan memiliki visi yang baik maka kita akan mempunyai komitmen dengan tekad baja mengejar, demi standart kerja yang tinggi.

Visi harus merupakan hal yang masuk akal sehingga sebuah transformasi menjadi sukses. Karena dengan adanya visi yang masuk akal maka akan sangat membantu dalam mengarahkan, meluruskan dan menginspirasi.

Dalam hubungannya dengan perubahan, maka visi yang baik akan memberikan 3 tujuan, yaitu

1.       Memperjelas arah bagi perusahaan

2.       Memotivasi orang untuk bertindak yang benar

3.       Membantu koordinasi tindakan orang agar cepat dan efisien.

Contoh visi misalnya adalah Dahlan Iskan, yaitu saat menjabat sebagai Menteri BUMN mempunyai visi “Kerja, Kerja dan Kerja”, sehingga salah satu tindakan di jajaran BUMN adalah melakukan penurunan jumlah rapat namun dengan tetap tanpa mengurangi komunikasi dan koordinasi.

Contoh lain misalnya Jeff Bezos, sang penemu Amazon, dimana Bezos mempunyai visi "Saat kita dapat mengubah secara mendasar proses bisnis yang utama dan melakukan segala sesuatunya dalam cara yang benar-benar baru, maka itulah revolusi".

Banyak tokoh-tokoh yang sukses memiliki persamaan dalam hal visi, yaitu visi yang tidak kenal kompromi, kesediaan untuk mengambil resiko dan ketajaman wawasan bisnis yang luar biasa.

Visi yang baik pun dapat efektif saat harus melakukan pengurangan karyawan, sehingga tindakan tersebut akan diperjuangkan demi menyelamatkan sejumlah pekerjaan, mengurangi masalah bagi pelanggan dan pemasok serta membantu pekerja.

 

DISIPLIN

Satu hal lain yang perlu diperhatikan adalah mengenai disiplin, terutama disiplin waktu. Karena disiplin waktu adalah jembatan menuju produktivitas kerja yang tinggi, sekaligus bukti motivasi kerja, sifat loyal seorang profesional.

Disiplin adalah tindakan yang senantiasa berdasar pada tata tertib yang sudah digariskan. Untuk mencapai suatu prestasi yang baik diperlukan kedisplinan yang tinggi.

Yaitu disiplin dalam menjalankan program-program atau tugas-tugas yang harus dijalankan sesuai dengan petunjuk yang ditetapkan atasan, manager, pelatih maupun pembimbing yang mengarahkan Anda ke jenjang yang lebih tinggi.

Dalam film The Last Samurai, menggambarkan bahwasanya manusia disiplin mampu mengalahkan pasukan yang diperlengkapi dengan persenjataan modern.

Karena disiplin bukanlah sekedar rutinitas atau hal yang rutin atau sekedar ritual, namun lebih sebagai sebuah komitmen. Untuk itu perlu dicamkan The Power of Now.

Rencana yang bagus harus ditunjang dengan tingkat disiplin yang tinggi untuk melaksanakannya.

Dibutuhkan disiplin pribadi yang sangat tinggi karena nantinya kita harus dapat menjalankan berbagai macam aktivitas yang terkadang dalam waktu sekaligus bersamaan. Untuk itu buatlah jadwal yang baik lalu laksanakan jadwal tersebut dengan ontime.

Robert T. Kiyosaki, menyebutkan bahwa untuk menjadi orang sukses maka kita harus tekun, penuh inspirasi dan disiplin. Kiyosaki mengutip perkataan Abraham Lincoln "Jika kita sudah mengambil keputusan, maka kita sudah memenangkan separuh, dan separuhnya lagi anda menangkan dengan tekun, sabar dan sungguh-sungguh".

Semakin jauh perjalan kita dalam meraih kesuksesan maka waktu yang kita pakai semakin tidak terhindarkan maka untuk kita harus mempunyai FOKUS pada PRIORITAS dan DISIPLIN. Salah satu meningkatkan kedisiplinan adalah melakukan yang kita TIDAK SUKAI setiap hari.

Satu yang menjadi ilmu tambahan saya dan akan segera saya praktekkan adalah strategi 1 jam. Dimana kita harus disiplin dan tertib untuk meluangkan waktu kita sebanyak 1 jam saja untuk melaksanakan proyek terpendam dan proyek tertunda kita.

 

 

 

PASSION

Dalam menemukan karier sebagai suatu proses perjalanan panjang, bermula dari adanya MINAT, kemudian berlanjut kepada HOBI dan kemudian PASSION.

Berawal dari Richard Bolles, tahun 1970, yang menulis buku “What Color is Your Parachute?” yang mengatakan bahwa "carilah apa yang anda sukai, lalu carilah tepat yang memerlukan orang-orang seperti anda".

Buku “What Color is Your Parachute?” tersebut dibaca dan baru dikenalkan konsep tersebut pada generasi Baby Boomer, yang kemudian generasi tersebut mewariskan konsep tersebut kepada generasi selanjutnya sebagai anak-anak mereka yaitu "Generasi Milenium".

Pekerjaan adalah hanyalah bagian dari karier. Karier yang membahagiakan berkaitan erat dengan hal-hal seperti passion, tujuan hidup, values, motivasi dan bukan berapa besar gaji atau fasilitas yang diperoleh dari pekerjaan.

Setelah pikiran dan paradigma sudah mulai berubah dan kembali ke jalan yang benar, kemudian kita akan dituntun oleh buku kedua bagaimana cara mencari, menemukan dan meraih karir yang sesuai dengan passion kita.

Pola pikir umum yang berkembang adalah ikuti passion-mu. Namun tidak salah jika kita biarkan passion yang mengikuti kita.

Agar passion mengikuti kita makan paksa diri kita melalui bekerja, paksa kembali diri kita hingga muncul keahlian pada diri kita. Pada akhirnya karyawan yang bahagia bukanlah orang yang bekerja sesuai dengan passion mereka, namun orang yang akhirnya ahli dalam menguasasi bidang mereka.

Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa orang yang mengejar passion mereka adalah orang yang berfokus pada apa yang bisa dunia berikan kepada dia sendiri, seharusnya dan lebih baik jika kita menjadi orang yang berfokus pada apa yang bisa kita berikan kepada dunia. Kita perlu memberikan sesuatu yang berharga jika kita menginginkan pekerjaan yang hebat.

Terdapat sebuah penelitian terhadap 1500 orang, dimana dibagi menjadi 2 kelompok. Yaitu kelompok A yang terdiri dari 1245 orang yaitu tipe orang yang akan mencari uang dulu lalu baru akan melaksanakan apa yang diinginkan. Sedangkan kelompok B terdiri dari 255 orang sisanya, dimana orang dalam kelompok ini akan mengejar minat dan passion mereka terlebih dulu. Alhasil setelah 20 tahun, dari total 1500 orang tersebut terdapat 101 jutawan, yang terdiri dari 1 orang dari kelompok A dan sisanya yaitu 100 orang dari kelompok B.


Tak Usah Dendam, Biarkan Alam Melakukan Tugasnya

Dalam hidup, kita sering kali dihadapkan pada situasi di mana orang lain menyakiti atau mengecewakan kita. Secara naluriah, mungkin ada doro...