“Sedikit lebih beda itu, jauh lebih baik daripada sedikit lebih baik.”
Untuk unggul bisa memilih 3 hal :
Lebih cepat, Lebih baik, Sedikit beda
@tendakonsultan
“Sedikit lebih beda itu, jauh lebih baik daripada sedikit lebih baik.”
Untuk unggul bisa memilih 3 hal :
Lebih cepat, Lebih baik, Sedikit beda
@tendakonsultan
Kunci sukses ada 2, yaitu konsisten dan persisten
konsisten = sesuai dengan rencana
persisten = gigih atau daya tahan yang kuat
BUKU
Adjisaka, Gangsar. 2014.
“Rahasia 7 Milyarder Dunia yang Akan Membantumu Cepat Kaya”. Yogyakarta. Araska.
Anwar & Tantrina. 2010. “Serba-serbi Profesi”. Jakarta. Bukune.
Ariezta, Monde.
2014. “Lorong Waktu. Buku tentang Time Management yang Membuat Anda Punya Waktu
100 Jam dalam Sehari”. Jakarta. Trans Media.
Arvini, Maya. 2014. “Career
First”. Jakarta. GagasMedia.
Carnegie, Dale
& Associates Inc. 2015. “Sukses
Memimpin, Enhance Your Life by Becoming an Effective Leader”. Jakarta. PT
Gramedia Pustaka Utama
Carnegie, Dale.
2015. “How to Win Friends & Influence
People”. Jakarta. PT Gramedia Pustaka Utama
Charlie, Lie. 2004,
"Kiat Sukses Memilih Karir”. Bandung,
Nexx Media.
Covey, Stephen R. 2013.
“The 7 Habits of Highly Effective People”.
Tangerang. Binarupa Aksara Publisher.
Dharmasoeka, John
Eddy. 2013. “From Luntang Lantung to
International Expat”. Jakarta. PT Elex Media Komputindo.
Iskan, Dahlan.
2012. "Manufacturing Hope: Bisa!. Impian dan Gagasan Segar Dahlan dalam
Mengelola BUMN". Jakarta. PT Elex Media Komputindo.
Iskandar, Harun. 2010,
“Tumbuhkan Minat Kembangkan Bakat”,
ST Book.
Jihad, Muadzin F.
2012. "Follow Your Passion".
Jakarta. Trans Media Pustaka.
Kasali, Rhenald,
Ph.D. 2014. “Self Driving. Menjadi Driver
atau Passenger?”. Jakarta. Mizan.
Kotter, John P. 2014.
“Leading Change. Strategi Kepemimpinan Bisnis
dari Pakar Kenamaan Dunia”. Jakarta. PT Gramedia Pustaka Utama.
Maxwell, John C. 2009.
“Sukses Dibangun Setiap Hari”. Mitra Media.
Newport, Cal. 2016.
"Don't Follow Your Passion".
Bandung. PT Mizan Publika.
Nurhajati, Lestari
& Pitaloka, Ardiningtiyas. 2015. “My
Career is Multi Career”. Solo. Tiga Serangkai.
Saputra, Aswar.
2013. “Money from Anywhere. Bagaimana Anda Menjadikan
Kebiasaan-Kebiasaan KECIL Sehari-hari Menjadi Pohon Uang yang Tak Terduga”.
Second Hope. Yogyakarta.
Siagian, Sondang P.
1995. “Teori Motivasi dan Aplikasinya”.
Jakarta. PT Rineka Cipta.
Sinungan, Muchdarsyah.
2014. “Produktivitas Apa dan Bagaimana”.
Jakarta. Bumi Aksara.
Soelistiyowati,
Endang dan Nugroho, Vincent. 2012. “Strategi
Komunikasi untuk Sukses Menjalin Relasi”. Jakarta. PT Gramedia Pustaka
Utama
Sudarsana, Cakra.
2016. “116 Kiat Mempertajam Kinerja Anak Buah.
Tips Menciptakan Loyalitas, Profesionalisme dan Produktivitas Anak Buah”.
Yogyakarta. Laksana.
Suhardono, Rene.
2011. “Your Job is Not Your Career”.
Tangerang. Lentera Hati.
Sutanto, Teguh.
2012. “Soft Skill Sukses di Dunia Kerja”. Jakarta. PT Suka Buku.
Tjiharjadi, Semuil.
2007. “To Be a Great Leader”.
Yogyakarta. Andi Yogyakarta.
Wahono, Satrio dan
Purnomo, Dola. 2010. "Animal Based
Management. Rahasia Merek-Merek Raksasa Berjaya". Jakarta. PT Gramedia
Pustaka Utama
WEBSITE
Fairuzabadi, Muhammad. "Struktur Tingkatan/Jenjang Karir
Golongan Pegawai Negeri Sipil/PNS Indonesia".
fairuzelsaid.wordpress.com. 27 Desember 2011. 29 Juni 2015. https://fairuzelsaid.wordpress.com/2011/12/27/struktur-tingkatanjenjang-karir-golongan-pegawai-negeri-sipilpns-indonesia/
Finansialku.com. "Cara Membuat Curriculum Vitae Yang
Menarik Agar Diterima Di Perusahaan Yang Diinginkan". 27 Januari 2018.
https://www.finansialku.com/cara-membuat-curriculum-vitae-yang-menarik/
Gajimu.com, "Ketentuan Seputar Kontrak Kerja".
01 Januari 2017. http://www.gajimu.com/main/pekerjaan-yanglayak/kontrak-kerja/kontrak-kerja
Hary, Eka. "Tips Menulis Resume Tanpa Pengalaman
Kerja". id.jobsdb.com. 7 Juli 2014. 7 Juli 2015. https://id.jobsdb.com/id-id/articles/tips-menulis-resume-tanpa-pengalaman-kerja?utm_campaign=single_article_candidate_june&utm_source=newsletter&utm_medium=newsletter&utm_content=link1&utm_term=%7bkeyword%7d
Hermanto, Yobel. “9 Tips Cepat Dapat Pekerjaan Setelah Lulus Kuliah”.
keluarga.com. 22 Januari 2015. https://keluarga.com/1485/9-tips-cepat-dapat-pekerjaan-setelah-lulus-kuliah
Kamus Besar Bahasa
Indonesia, http://kbbi.web.id/karier
Kusumawardhani, Naftalia.
health.kompas.com, "Tips Menjalani
Psikotes". 14 September 2015. 01 Januari 2017. http://health.kompas.com/read/2015/09/14/181000823/Tips.Menjalani.Psikotes
Laruno.com. "Inilah 9 Perusahaan di Indonesia
dengan Gaji Tertinggi". laruno.com. 12 Januari 2015. 29 Juni 2015. http://laruno.com/karir/inilah-9-perusahaan-di-indonesia-dengan-gaji-tertinggi/
Laruno.com, "10
Profesi dengan Gaji Tinggi di 2015", 16 Januari 2015. 02 Februari 2015. http://laruno.com/karir/10-profesi-dengan-gaji-tinggi-di-2015/
Nurdin, Mohamad. "Ada Wawancara HRD, Ada Wawancara User,
Apa Sih Bedanya?", careernews.id. 10 Juni 2015. 01 Januari 2017. http://careernews.id/issues/view/3362-ada-wawancara-hrd-ada-wawancara-user-apa-sih-bedanya
Qerja.com, "Beberapa
Hal Yang Perlu Anda Lakukan di Hari Pertama Bekerja". 01 Januari 2017. http://www.qerja.com/journal/view/46-beberapa-hal-yang-perlu-anda-lakukan-di-hari-pertama-bekerja/
Rachman, Fadhly F. "Ini yang Bisa Bikin CPNS Gagal Saat
Tes Kompetensi Dasar". 30 Januari 2018. 26 September 2017. detik.com. https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-3659405/ini-yang-bisa-bikin-cpns-gagal-saat-tes-kompetensi-dasar
Ryandika, Rafael. "10 Karier di Indonesia Berpenghasilan
Terbesar, Artis dan Anggota DPR Bikin Melongo!". today.line.me. 13
Desember 2016. 14 Desember 2015. https://today.line.me/id/article/dbf659f2c90fa99ed3261a8f6ed3d27f52c4d5f5049a8626b0efe57583cc36bd
Rizki, Tania. "4 Strategi Efektif Untuk Menjawab
Pertanyaan ‘Apa Kelemahanmu?’". id.jobsdb.com. 04 Juni 2015. 05 Juni
2015.
https://id.jobsdb.com/id-id/articles/4-strategi-efektif-untuk-menjawab-pertanyaan-apa-kelemahanmu
Setyanti, Christina
Andhika. "Ini Alasan Anda Tak
Kunjung Mendapat Pekerjaan". kompas.com. 04 Mei 2014. 02 April 2014. http://lifestyle.kompas.com/read/2014/04/02/1607332/Ini.Alasan.Anda.Tak.Kunjung.Mendapat.Pekerjaan.
Tespsikotes.com, "Manfaat dan Fungsi Tes Psikotes".
09 Februari 2015. 01 Januari 2016. http://tespsikotes.com/manfaat-dan-fungsi-tes-psikotes/
TipsKarir.Com, "Beberapa Jenis Tes Kepribadian
Psikotes Beserta Tujuannya". 06 Mei 2014. 01 Januari 2017. http://tipskarir.com/beberapa-jenis-tes-kepribadian-psikotest-beserta-tujuannya/?v=d62a8d1683e6#.WGkEXFxJbIU
Vemale.com, "Agar Surat Lamaran Kerja Lolos
Seleksi, Ini Tipsnya!". 21 Mei 2015. 24 Mei 2015. http://www.vemale.com/relationship/karier/81564-agar-surat-lamaran-kerja-lolos-seleksi-ini-tipsnya.html
Vemale.com, "Trik Jitu Agar Lolos Interview Kerja
", 29 Oktober 2014. 08 November 2014. http://www.vemale.com/relationship/karier/75023-trik-jitu-agar-lolos-interview-kerja.html
Wikipedia "Perusahaan". wikipedia.org 27
April 2015. 29 Juni 2015. https://id.wikipedia.org/wiki/Perusahaan
Yanuar, Taufan. “PPIC, Production
Planning and Inventory Control”. industrialengineeringdepartment.blogspot.co.id,
15 Juli 2016. http://industrialengineeringdepartment.blogspot.co.id/2016/07/ppic.html
Zukarnain, Yahya. “Profesi-Profesi yang Terkait dengan Teknik
Industri”, yahya29zulkarnain.blogspot.co.id, 06 Mei 2012, 01 Januari 2017, http://yahya29zulkarnain.blogspot.co.id/2012/05/profesi-profesi-yang-terkait-dengan.html
SEVEN HABITS (TO BE MORE EFFECTIVE PEOPLE)
Teori SEVEN
HABITS To Be More Effective People merupakan buah pikiran dari Stephen
Covey dalam bukunya yang berjudul sama "The
7 Habits of Highly Effective People".
Stephen R. Covey merangkum 7 kebiasaan manusia yang
sangat efektif, dimana kebiasaan merupakan faktor yang kuat dalam hidup kita.
Karena kebiasaan tersebut secara konsisten dilakukan
setiap hari dan menjadi sebuah pola yang kita sadari atau tidak kita sadari
sehingga mengekspresikan karakter kita dan ujungnya dalah menghasilkan
efektifitas atau ketidak-efektifan kita sendiri.
Pemikiran
- Tindakan - Kebiasan (plus Paradigma) - Watak - Nasib
Berdasarkan aliran sederhana diatas, bahwa
kebiasaan-kebiasaan yang kita lakukan lakukan setiap hari merupakan akumulasi
dari pemikiran dan tindakan kita sebelumnya.
Dan kebiasaan-kebiasaan yang menjadi pola harian kita
nantinya akan menghasilkan watak serta nasib kita di kemudian hari. Jika
kebiasaan yang kita lakukan adalah kebiasaan yang efektif maka watak kita
menjadi baik serta nasib kita juga akan mujur.
Begitu pula sebaliknya.
Yang membedakan orang-orang yang sangat efektif dengan
orang yang tidak produktif adalah bukan pada apa yang mereka miliki, tetapi
pada kebiasaan-kebiasaannya. Watak seseorang terbentuk dari
kebiasaan-kebiasaannya. Di alam bawah sadar, kebiasaan-kebiasaan itu membentuk
dan mengubah watak seseorang. Dan ternyata kebiasaan-kebiasaan itu bisa diubah,
asal kita mau walaupun membutuhkan waktu.
Taburlah
pemikiran, maka Anda akan menuai tindakan.
Taburlah
tindakan, maka Anda akan menuai kebiasaan.
Taburlah
kebiasaan, maka Anda akan menuai watak.
Taburlah
watak, maka Anda akan menuai nasib Anda.
Kebiasaan itu sendiri terjadi karena adanya paradigma.
Yang dimaksud paradigma adalah sudut pandang atau kerangka yang terbentuk oleh
pengalaman hidup, pendidikan maupun latar belakang kita.
Jika kebiasaan kita sebelumnya belum mencerminkan
kebiasaan yang efektif, maka untuk itu perlu dilakukan perubahan paradigma
untuk melakukan perubahan kebiasaan kita.
Paradigma inilah yang menentukan bagaimana kita
memandang dan mengartikan dunia ini, dan dengan demikian menentukan bagaimana
kita bereaksi dan bersikap terhadapnya. Sebagai contoh mula-mula astronom
Mesir, Ptolemy mengatakan bahwa bumi adalah pusat jagat raya. Tapi kemudian Copernicus
menyebabkan perubahan paradigma, ketika dia membuktikan bahwa sebenarnya
mataharilah pusat dari jagad raya.
Pengertian akan konsep paradigma ini membuat orang
belajar mengerti bagaimana orang lain memandang persoalan yang sama dengan
kacamata yang berbeda. Pengertian tentang paradigma ini juga dapat
menghindarkan orang dari sikap merasa dirinya sebagai korban lingkungan atau orang
lain, sehingga seringkali melakukan "blaming
others" (menyalahkan orang lain), karena menganggap dunialah yang
salah kalau sesuatu itu tidak sesuai dengan harapannya.
Selanjutnya Stephen Covey menjelaskan bahwa di dunia
ini ada hukum alam untuk kematangan. Seorang bayi berkembang dari
ketergantungan pada orang tuanya menjadi mandiri sebelum akhirnya mencapai
kamatangan pemahaman akan saling ketergantungan dengan orang lain di
sekitarnya. Ekosistem alam tercermin dalam ketergantungan kolektif dari
masing-masing warga masyarakat, satu terhadap yang lain.
Ketergantungan seorang bayi paradigmanya adalah
"Engkau" (engkau merawatku, kalau ada yang salah, itu salahmu),
sedangkan pada kemandirian remaja adalah "Aku" (ini pilihanku, aku
akan mengerjakannya sendiri). Dan dalam tahap saling tergantung, orang dewasa
adalah "Kita" (kita bisa bekerja sama, sebaiknya kita bersatu)
Dalam proses kematangan seseorang dari tahap
ketergantungan (dependent) menjadi
kemandirian (independent) dan
kemudian saling tergantung (interdependent)
ada kebiasaan-kebiasaan yang perlu dikuasai supaya seseorang bisa menjadi
sangat efektif.
Stephen Covey menyatakan bahwa adanya 7 kebiasaan yang
perlu dimiliki. 3 diantaranya berkaitan dengan penguasaan diri, yaitu:
A. Ketergantungan / Dependent (Private victory)
1.
Be Proactive (Jadilah pro-aktif)
2.
Begin With The End in Mind
(Merujuk pada tujuan akhir)
3.
Put First Thing First
(Dahulukan yang utama)
Kalau kita dapat menguasai ketiga kebiasaan ini, maka
kita akan mengalami apa yang disebut "Private
Victory" (Kemenangan Pribadi) dan kita boleh dikatakan telah mencapai
tahap kemandirian (independent).
Setelah mandiri ini, kita dapat meraih "Public Victory" (kemenangan
publik) dengan menguasai 3 kebiasaan selanjutnya, yaitu
B. Kemandirian / Independent (Public victory)
4.
Think Win-Win (Berpikir
menang-menang)
5.
Seek First to Understand then to be
Understood
(Berusaha mengerti terlebih dahulu, baru
dimengerti)
6. Synergize (Wujudkan sinergi)
Proses ini tidak bisa dibalik, sebagaimana kita tidak
mungkin panen sebelum menanam. Jadi prosesnya berlangsung dari dalam keluar (inside out), yaitu memulai dari diri
sendiri (Ibda bin nafsi - Rasulullah SAW) baru dengan orang lain.
Dan kemudian kebiasaan terakhir
C. Saling tergantung / Interpendent
7. Sharpen
the Saw (asahlah gergaji)
Sharpen the Saw adalah kebisaan untuk selalu melakukan
pengembangan diri.
Agar lebih paham mengenai 7 kebiasaan efektif tersebut,
mari kita bahas lebih detail.
KEBIASAAN 1 : BE PROACTIVE
Bersikap proaktif tidak hanya berarti mengambil
inisiatif tetapi juga bertanggung jawab atas tindakan-tindakannya. Seseorang
yang proaktif mempunya kebiasaan memilih sendiri keputusan-keputusannya dan
bertanggung jawab akan akibat dari keputusannya itu.
Sedangkan orang yang reaktif (kebalikan dari proaktif)
sikapnya berdasarkan kondisi atau sikap orang lain dan karena itu tidak
bertanggung jawab dan cenderung menyalahkan orang lain.
Contoh pernyataan orang proaktif sbb:
Apa
pilihan yang ada?
Apa
yang dapat diperbaiki?
Saya
menguasai emosiku
Saya
mau atau tidak mau
Saya
suka atau tidak suka
Saya
hendak dan merencanakan
Sedangkan contoh pernyataan orang reaktif sbb:
Saya
tidak bisa berbuat apa-apa
Begitulah
sifat saya
Dia
sih yang bikin aku marah
Saya
tidak bisa
Saya
terpaksa
Seandainya saja
KEBIASAAAN 2 : BEGIN WITH THE END IN MIND
Ini adalah kebiasaan kepemimpinan diri (personal leaderhip) yaitu memulai suatu
kegiatan dengan suatu kejelasan tentang apa hasil yang ingin dicapai. Segala
sesuatu diciptakan dua kali. Produk apa pun yang dihasilkan pada mulanya telah
ada sebagai konsep, baru kemudian secara fisik.
Misalnya : membangun rumah, selalu ada rancangannya
terlebih dahulu.
Kepemimpinan adalah “ciptaan pertama”, yaitu “doing the right things“.
Manajemen adalah “ciptaan kedua”, yaitu “doing things right“.
KEBIASAAN 3: PUT
FIRST THING FIRST
Ini adalah kebiasaan mengelola prioritas. Kita harus
bisa membedakan apa yang penting (important)
dan apa yang mendesak (urgent).
Hal-hal yang mendesak selalu “menyerang” kita, dan biasanya kita bereaksi
terhadapnya; waktu kita banyak yang habis untuk mengurusi hal-hal yang mendesak
ini, dan seringkali melupakan hal-hal yang justru penting.
Orang-orang yang sangat efektif pandai menggunakan
waktunya untuk mengelola hal-hal yang penting, dan sikapnya yang proaktif akan
mengurangi timbulnya hal-hal yang mendesak.
Kalau ketiga kebiasaan ini bisa kita kuasai maka kita
bisa dikatakan mandiri, dan kini siap memasuki kehidupan yang saling tergantung
atau interdependent. Agar kita bisa
sangat efektif dalam hidup yang saling tergantung, kita perlu memiliki
kebiasaan-kebiasaan selanjutnya.
KEBIASAAN 4 : THINK WIN-WIN
Menang-menang adalah suatu sikap mental untuk mencari
keuntungan bersama. Pada dasarnya ada enam paradigma interaksi manusia; empat
di antaranya adalah:
Menang/Kalah.
Semboyannya “Kalau Anda menang, saya pasti kalah; jadi saya harus menang, dan Andalah yang kalah” (contoh: kepemimpinan
yang otoriter). Segala sesuatu menjadi persaingan dan setiap kemenangan harus
menyebabkan kekalahan pihak lain.
Kalah/Menang
adalah mentalitas orang kalah yang selalu tunduk pada keinginan pihak lain.
“Apa sajalah, asal tetap damai”. Ini lebih buruk daripada sikap Menang/Kalah
karena sama sekali tidak mempunyai
pendirian atau keberanian untuk menyatakan keyakinannya. Yang ada hanya mengalah
terus-menerus.
Kalah/Kalah
adalah hasil jika dua orang keras kepala, egois dan bersikap mau menang sendiri
bertemu. Ini dapat berubah menjadi obsesi permusuhan yang dapat mendorong
terjadinya peperangan. Orang dikuasai oleh dorongan untuk mengalahkan pihak
lain, bahkan tanpa peduli akan kerugiannya
sendiri.
Menang/Menang
adalah falsafah yang dianjurkan Stephen Covey bagi hubungan antara manusia.
Yaitu, mencari terus menerus akan manfaat timbal balik dalam setiap
interaksi.
Dengan menganut paradigma ini, seseorang tidak akan
bahagia kalau pihak lainnya tidak bahagia juga. Hidup ini dipandang sebagai
kerjasama bukan sebagai permusuhan. Orang yang efektif berprinsip menang-menang
dalam tindakannya dan kesepakatannya.
Mentalitas menang-menang ini baru bisa dilakukan kalau
kita punya “abundance mentality”,
yaitu pemikiran bahwa segala sesuatunya itu berkelebihan sehingga tidak perlu
kita mematikan orang lain untuk mendapatkan keuntungan.
Orang yang mempunyai sikap menang-kalah didasari oleh “scarcity mentality”, seakan-akan segala
sesuatunya itu terbatas sehingga harus
diperebutkan, bilamana perlu dengan mengalahkan pihak lain.
KEBIASAAN 5 : SEEK FIRST TO UNDERSTAND THEN TO BE
UNDERSTOOD
Inilah kebiasaan berkomunikasi secara efektif. Para
dokter menganalisa penyakit pasiennya sebelum memberi resep. Seorang top
salesman akan mempelajari kebutuhan pelanggannya terlebih dahulu sebelum
menawarkan produk atau jasanya.
We see the world as
we are, not as it is. Kita melihat dunia dari kacamata kita
bukan sebagaimana adanya. Persepsi kita dibentuk oleh pengalaman-pengalaman
kita, dan seringkali hal ini membatasi kita. Tantangan untuk memecahkan
perbedaan pendapat adalah dengan
mencoba mengerti sudut pandang atau paradigma orang lain terlebih dahulu.
Kalau kita bisa mengerti secara penuh seseorang, maka
ia akan menurunkan tembok pembatasnya.
Memaksakan kehendak kita secara emosional tidak akan
produktif malahan sebaliknya: counterproductive.
KEBIASAAN 6 : SYNERGIZE
Ini adalah kebiasaan untuk mewujudkan kerja sama dan
mencari alternatif-alternatif baru yang jauh lebih besar.
Sinergi berarti 1 + 1 > 2. Sinergi adalah hasil dari
menciptakan suasana di mana orang-orang yang berbeda dapat saling memberi
sumbangannya berdasarkan kekuatan masing-masing sehingga hasilnya akan lebih
besar dibandingkan bila dikerjakan sendiri-sendiri.
Sinergi adalah pendekatan yang paling efektif untuk
memecahkan persoalan daripada sikap yang apatis (asal damai saja) ataupun
konfrontasi (tidak mau kalah).
KEBIASAAN 7 : SHARPEN THE SAW
Ini adalah kebiasaan untuk perbaikan diri. Istilah ini
berasal dari kisah dua orang tukang kayu. Yang satu terus menggergaji dan
merasa terlalu sibuk untuk berhenti sebentar. Yang lain berhenti sesekali untuk
mengasah gergajinya. Justru yang kedua ini hasilnya lebih banyak dan lebih
baik.
Seorang yang efektif akan melakukan kebiasaan-kebiasaan
untuk mengembangkan pertumbuhan pengetahuan, mental, spiritual maupun ketahanan
fisiknya, karena menyadari bahwa dengan pengembangan diri itu dia bisa lebih
produktif dan efektif dan tidak “habis-habisan”.
PRACTICE MAKES PERFECT (10.000 JAM)
Sebelum membahas hal yang inti, ada baiknya kita
melakukan "pemanasan" kata, kata apa yang tepat untuk practise? Praktek atau praktik?
Penyesuaian akhiran –ic dalam bahasa Inggris atau -isch
dalam bahasa Belanda menjadi –ik dalam bahasa Indonesia. Praktik adalah serapan
yang tepat, sehingga kata yang tepat adalah kerja praktik, malpraktik, dan
praktik dokter. Dari kata praktik, diturunkan kata praktikan (orang yang sedang
melakukan praktik) dan praktikum (kegiatan yang terkait dengan praktik atau
percobaan).
Bahkan dalam kamus besar bahasa Indonesia pun yang
diketemukan adalah praktik.
praktik/prak·tik/
n 1 pelaksanaan secara nyata apa yang disebut dalam teori: teorinya mudah,
tetapi -- nya sukar; 2 pelaksanaan pekerjaan (tentang dokter, pengacara, dan sebagainya):
-- dokter dibuka mulai pukul 15.00; 3 perbuatan menerapkan teori (keyakinan dan
sebagainya); pelaksanaan: aturan itu menemui kesukaran dalam -- nya;
Sudah cukup pemanasannya. Kita sekarang memasuki
pembahasan inti.
“Practice makes
perfect” mempunyai makna bahwasanya semakin banyak anda
berlatih, semakin besar pula rasa percaya diri kita karena semakin sempurnanya
keahlian / skill kita, karena semakin baiknya pengetahuan / knowledge.
Terdapat teori bahwa agar seseorang menjadi ahli dan
pakar dalam bidang tertentu (Mastery in a
Field), maka orang tersebut harus bergelut dan menekuni bidangnya tersebut
hingga 10.000 jam lamanya.
Adalah Malcolm Gladwell yang menjelaskan dalam bukunya Outliers, yang mengatakan bahwa
kesuksesan adalah rangkaian dari latihan dan praktik berkesinambungan selama
10.000 jam akan menjadikan Anda seorang ahli dalam bidangnya.
Itu artinya kita harus menekuni bidang tersebut dengan
profesional selama 40 jam seminggu dan pada tahun kelima kita akan mencapai
10.000 jam.
Yang menjadi contoh tokoh sukses dunia yang telah
melewati 10.000 jam dengan tekun adalah The Beatles, Bill Gates dan Mozart.
Mereka adalah para outlier yang telah membuktikan kaidah 10.000 jam.
Untuk itu agar kita dapat meniru kesuksesan mereka
yaitu dengan menjadi master di bidang kita maka yang perlu kita lakukan adalah
massive action dan berlatih selama 10.000 jam dengan penuh komitmen.
Perhitungan selebihnya adalah tinggal seberapa besar
keinginan dan seberapa lama kita ingin menyelesaikan 10.000 jam tersebut,
kurang dari 5 tahun atau lebih dari 10 tahun hal tersebut adalah keputusan
pribadi masing-masing.
SAAT MOTIVASI BERTEMU DENGAN VISI
Orang yang sukses baik di dunia
kerja maupun di dunia enterpreneurship tidak hanya dikarenakan faktor dari visi
dari perusahaan yang menaungi dia kerja. Tapi juga dikarenakan faktor lain yang
menjadi pendorong sekaligus menjadi sumber energi sehingga seseorang bisa maju
dan sukses. faktor tersebut adalah motivasi.
Motivasi ini ibarat mobil, jika
tidak ada sumber energi berupa bensin, maka niscaya mobil tersebut akan
melambat dan berhenti. Untuk dapat menjalankannya perlu asupan sumber energi,
baik berupa premium, pertalite maupun pertamax,
Motivasi ada kalanya naik turun,
hal tersebut adalah wajar dan normal bagi manusia. Yang terpenting motivasi
tetap dijaga dalam batas tertentu sehingga tidak keluar masuk atau On / Off.
Lalu apa itu
motivasi?
MOTIVASI
Definisi dari
motivasi secara teori adalah sebagai berikut. Motivasi adalah dorongan internal
dan eksternal dalam diri seseorang yang diindikasikan dengan adanya;
Mari kita bahas keempat jenis motivasi yang melandasi 4 tokoh berikut dapat meraih kesuskesan.
MARK ZUCKERBERG & FACEBOOK
Hasrat dan minat Mark Zuckerberg
pada komputer dan bahasa pemrograman sudah terlihat dari kecil, berikut adalah
hasil karya dari sang pendiri Facebook.
Umur 12 tahun, membuat program
messaging untuk ayahnya guna memudahkan keperluan pasien dalam berkomunikasi
tanpa pengeras suara.
Umur 15 tahun, bersama temannya
Kristopher Tillery, membuat website yang digunakan oleh siswa Exeter untuk
membeli snack secara online.
Umur 16 tahun, bersama temannya
Adam D’Anelo membuat Synapse, yaitu plug-in untuk program MP3 Winamp yang
dibeli oleh ke AOL dan Microsoft.
Umur 18 tahun, membuat situs coursematch.com sehingga mahasiswa dapat
menulis mata kuliah yang diambilnya dan mahasiswa tersebut dapat melihat siapa
saja yang mengambil mata kuliah yang sama.
Umur 19 tahun, membuat website facemash.com untuk membandingkan cewek
satu dengan yang lainnya.
Umur 20 tahun , akhirnya membuat
website thefacebook.com yang akhirnya
dikenal sekarang dengan facebook.com
RANGGA UMARA DAN PECEL LELE LELA
Rangga Umara awalnya adalah
karyawan dengan posisi manajer di perusahaan swasta. Perusahaan tempat kerjanya
tidak sehat dan PHK hanyalah menunggu giliran. Karena faktor dorongan dan
kebutuhan Rangga lalu mulai merintis bisnis sendiri.
Rangga mulai membuka warung
seafood kaki lima dengan diferensiasi tempat dibuat unik. Sampai tiga bulan
pertama, warung seafood-nya masih sepi pengunjung.
Lalu Rangga memutuskan untuk
berjualan pecel lele, makanan favorit saat kuliah dengan inovasi memperbaiki
bentuk lele sebagai makanan yang tidak menarik dengan dibaluri tepung dan
telur, muncul menu utama, yaitu lele goreng tepung, lele filet kremes, dan lele
saus Padang.
Lalu Rangga membangun pondasi
usahanya dengan membuat SPO, sebagai usaha untuk mengontrol kualitas makanan
agar rasanya tidak berubah-ubah dan pelayanannya pun mempunyai diferensiasi
trersendiri. Pada 2009 Rangga mulai mewaralabakan Pecel Lele Lela. Waralaba
Pecel Lele Lela berdampak positif untuk pengembangan usaha.
ANDY FLORES NOYA & KICK ANDY
Wartawan menjadi harapan dan
cita-cita Andy Flores Noya sejak ia masih terbilang kecil. Lulus dari SMK, Andy
melanjutkan kuliah di Sekolah Tinggi Publisistik. Semasa kuliah, Andy terjun
menjadi wartawan.
Tahun 1985, Andy menjadi reporter
majalah Tempo. Tahun 1986, ia berhenti kuliah dan berkarir penuh sebagai
wartawan. Tahun 1987, Andy bergabung di harian Bisnis Indonesia sebagai
reporter harian ekonomi. Tahun 1988,
Andy melompat ke majalah Matra. Lalu Andy loncat ke koran Media Indonesia (MI).
Tahun 1999, RCTI Andy diutus untuk
memimpin Seputar Indonesia sekaligus memuluskan proses transisi ke RCTI. Tahun
2000, Andy kembali memimpin Metro TV sebagai pemimpin redaksi. Tahun 2003 Andy
ditarik kembali ke Media Indonesia dan menjadi pemimpin redaksi.
Tahun 2006, saat pemimpin redaksi
Metro TV Don Bosco mengundurkan diri, Andy Noya, diminta menjadi pemimpin
redaksi Metro TV. Ia pun dipercaya menjadi host salah satu acara yang judulnya
diambil sendiri dari namanya, yaitu Kick Andy, sebuah acara talk show yang
disiarkan oleh Metro TV dan tayang setiap Jum'at malam.
USAIN BOLT PELARI TERCEPAT SEDUNIA
Usain Bolt adalah pelari Jamaika,
yang semasa hidupnya didedikasikan latihan demi latihan untuk meraih
penghargaan dan penghormatan.
Usain Bolt merebut gelar atlet
terbaik dunia dalam Laureus World Sports Awards yang digelar tahunan. Bolt
menang untuk ke-tiga kalinya.
ALASAN DAN MOTIVASI KERJA
Setiap orang memiliki beragam alasan mengapa bekerja,
yang tentunya satu orang dengan orang lain tidak sama. Satu alasan dengan
alasan yang lain yang berbeda tersebut tidak ada yang lebih baik antara yang
satu dengan yang lain.
Namun kita perlu mengetahui alasan mengapa kita
bekerja, untuk mempertebal motivasi saat menjalankan aktivitas bekerja,
sehingga kita dapat mencapai level dan tingkatan tertinggi yang bisa dicapai.
Terdapat beberapa teori yang berkaitan dengan motivasi,
yaitu
Abraham H. Maslow berpendapat bahwa kebutuhan manusia
diklasifikan menjadi 5 hierarki kebutuhan, yaitu :
1. Kebutuhan Fisiologis,
seperti sandang pangan dan papan yang merupakan kebutuhan paling dasar bagi
setiap manusia.
2. Kebutuhan akan Keamanan, rasa
aman yang meliputi keamanan fisik dan psikologis, termasuk perilaku adil dalam
pekerjaan misalnya.
3. Pemuasan Kebutuhan Sosial,
dalam kehidupan organisasional, manusia sebagai makhluk social membutuhkan
pengakuan akan keberadaannya.
4. Kebutuhan Esteem,
dikarenakan manusia memiliki harga diri, maka manusia juga memerlukan pengakuan
akan keberadaan dan statusnya oleh orang lain.
5. Aktualisasi Diri,
dalam diri setiap orang memiliki kemampuan dan potensi terpendam yang belum
dikembangkan secara keseluruhan.
Berikut adalah 3 alasan dan motivasi orang bekerja pada
umumnya.
BEKERJA KARENA HOBI
Hobi bisa menjadi pekerjaan sehari-hari, tentunya akan
sangat menyenangkan karena sesuai dengan passion. Misalnya kamera bisa menjadi
jalan untuk mencari uang dan berbisnis jika anda untuk menjadi fotografer yang
bisa mengoperasikan kamera dan menghasilkan gambar yang bagus.
Atau jika Anda gemar melakukan eksperimen soal makanan
maka jadikan hobi tersebut sebagai salah satu pekerjaan yang menyenangkan serta
menjanjikan dengan memulainya melalui langkah kecil seperti mengetes masakan
Anda kepada tetangga, teman ataupun keluarga.
BEKERJA KARENA TANGGUNG JAWAB
Tiap status dalam hidup itu ada tanggung jawabnya.
Misalnya bekerja untuk mencari nafkah, membiayai hidup untuk diri sendiri dan
keluarga.
Contoh lainnya adalah seorang pekerja yang ingin
mendapatkan uang yang lebih, misalnya saja untuk membelikan hadiah boneka untuk
anak perempuannya maka ia akan bersedia bekerja lembur. Ingin mendapatkan uang
yang lebih untuk membelikan puterinya sebuah boneka adalah contoh motivasi
mengapa ia mau bekerja lembur.
BEKERJA KARENA VISI
Dengan memiliki visi maka seseorang akan memprediksikan
sesuatu yang terjadi di masa depan dengan melihat gejala-gejala yang sekarang
terjadi. Tanpa visi kerja yang jelas, orang-orang akan sibuk dalam rutinitas,
tetapi tidak memiliki penglihatan untuk menghasilkan mahakarya seperti yang
dikehendaki.
Visi kerja yang dilengkapi dengan pengetahuan,
kemampuan, keterampilan, disiplin, fisik tubuh yang bugar, mental positif,
gairah kerja dalam ketekunan yang luar biasa, dan motivasi yang selalu menyala,
akan menjadi kekuatan unggul untuk menciptakan hasil akhir yang mahakarya.
Dalam hidup, kita sering kali dihadapkan pada situasi di mana orang lain menyakiti atau mengecewakan kita. Secara naluriah, mungkin ada doro...