Pages

Friday, September 1, 2023

Smart Teenager Jangan Sampai Kalah dengan Smart Phone

Definisi remaja ( Teen / Teenager ) adalah masa dimana manusia sudah melewati usia anak-anak namun belum masuk dewasa, Atau bisa dikatakan masa peralihan dari usia anak-anak menuju dewasa. 

Dalam pengertian remaja diatas, Manusia sudah tidak berada pada masa anak-anak namun juga belum masuk kategori dewasa. Ini terjadi pada saat manusia berusia 10 tahun atau 11 tahun sampai usia 21 tahun atau 22 tahun.

Jadi pada masa atau usia tersebut diatas, Manusia sedang tumbuh atau berkembang untuk menjadi orang dewasa dari anak-anak. Inilah yang disebutkan oleh beberapa ahli bahwa remaja merupakan masa transisi dari usia anak-anak menuju kedewasaan.

Remaja merupakan masa transisi. Disebut transisi karena adalah masa peralihan dari masa kanak-kanak menuju masa dewasa, dimana terjadi pertumbuhan signifikan baik fisik, alat reproduksi, hormon, otak sehingga memengaruhi perkembangan kognisi, emosi, komunikasi dan relasi sosial. Terjadi perbedaan masa remaja yang dialami remaja dulu dengan remaja masa kini. Remaja masa kini hidup dalam kemajuan teknologi khususnya internet yang sangat pesat. Remaja masa kini adalah remaja yang hidup dengan internet. Mereka bergaul akrab dengan gadget.

Kemajuan ini tentunya banyak membawa pengaruh kepada remaja. Kemajuan internet selain membawa dampak positif namun membawa dampak negatif. Selain mendengar kabar tentang hebatnya prestasi yang diukir remaja saat ini namun banyak pula kabar tidak enak yang diberitakan tentang remaja yang bermasalah akibat tidak cerdas dalam bergadget. Remaja bukan saja sebagai generasi penerus bangsa, juga merupakan penerus kaum dan keluarga yang tentunya diharapkan menjadi suatu kebanggaan.

Untuk menyelamatkan masa depan remaja sebagai generasi penerus, mereka perlu diedukasi secara intensif untuk meningkatkan pemahaman mereka secara komprehensif baik dalam hal tanggung jawab, tugas dan peran mereka. Salah satu bentuk edukasi yang perlu diberikan kepada remaja adalah literasi digital yakni pengetahuan dan kecakapan pengguna memanfaatkan internet dalam bermedia digital (bergadget).

Diharapkan remaja sebagai pengguna gadget menjadi Smart Teenager yang memiliki kemampuan untuk menemukan, mengerjakan, mengevaluasi, menggunakan, membuat serta memanfaatkan gadget  dengan bijak, cerdas, cermat serta tepat sesuai kegunaannya.

Teenager atau usia remaja, biasanya berkaitan erat dengan kenakalan remaja, yaitu pelanggaran norma, aturan dan hukum dalam masyarakat. Faktanya, hari ini remaja kita banyak yang terjerumus pada hal-hal semisal narkoba, tawuran, seks pra nikah, aborsi dan masih banyak lagi perilaku menyimpang lainnya.

Seolah usia remaja menjadi momok yang mengerikan untuk sebagian orang, bahkan bagi masyarakat. Indikasi yang disebut menjadi penyebab kenakalan remaja adalah krisis identitas, lemahnya kontrol diri hingga faktor keluarga dan perceraian orang tua.

Ilmu pengasuhan di pasaran banyak mengajarkan kepada orang tua untuk menjaga anak-anaknya agar terhindar dari kenakalan remaja dengan berbagai kegiatan. Misalnya, berolahraga, melakukan berbagai aktivitas ekstrakurikuler musik, tari dan sebagainya.

Hal tersebut dianggap sesuai dengan tahap perkembangan fisik dan emosi anak. Tak hanya itu, kadang orang tua dituntut untuk dapat mengalihkan dorongan seksual anak remajanya juga dengan aktivitas fisik berupa olahraga.

Terlepas dari cara tersebut bekerja atau tidak, orang tua perlu waspada terhadap perkembangan teknologi. Karena perkembangan mental anak berada dalam genggaman mereka. Apa yang anak-anak lihat akan mempengaruhi pemikiran dan tentunya pemikiran mendorong lahirnya perilaku.

Peristiwa terdekat yang mampu kita lihat adalah efek setelah penayangan film Dilan, Say I Love You, Dua Garis Biru dan semisalnya. Bila dilihat dari adegan film Dilan misalnya, banyak adegan negatif yang dipertontonkan, seperti pacaran secara terbuka, perkelahian dengan guru dan sesama pelajar.

Konten yang ditayangkan cenderung memicu rasa penasaran remaja hari ini untuk ikut melakukan hal serupa. Hal ini terjadi juga karena standar baik dan buruk, sukses atau tidak bersandar pada orang-orang tenar seperti aktor dan aktris.

Sungguh miris bangsa kita hari ini. Tontonan yang harusnya menjadi tuntunan sekaligus teladan tak mampu kita dapatkan. Padahal dalam peradaban Islam, tokoh-tokoh penggerak perubahan berasal dari golongan  muda, 7 diantara sahabat Rasullulah الله عليه وسلم صلى adalah para pemuda yang usianya dibawah 30 tahun termasuk di dalamnya adalah remaja.

Mereka dibalut oleh keimanan dan ketakwaan serta pengetahuan yang mumpuni dalam membangun negara. Tak hanya itu, generasi muda muslim juga memiliki kepribadian yang unik dan bermartabat.

Jika Indonesia didominasi oleh generasi muda muslim yang bertakwa, bukan tidak mungkin bangsa ini dapat menjadi negara berprestasi dan mampu membangun peradaban yang unik seperti yang dicontohkan Rasul dan para sahabat. Maka, sepertinya perlu menstandarkan kepribadian remaja Indonesia pada standar Islam.

ZAMAN now istilah yang sudah sering kali menggema di telinga.  Sudah viral sekali akhir-akhir ini. Khususnya di Indonesia. Kendati demikian, istilah zaman now yang ditayangkan, tak sesuai dengan aturan-aturan Islam yang ada. Para pemuda menjadi incaran, para remaja menjadi buram. Problematika publik tengah merasakan riuhnya pembahasan mengenai anak muda zaman sekarang, atau istilahnya zaman now, semua media sosial baik cetak maupun elektronik seperti menertawakan suramnya masa depan mereka.

Melihat hal demikian, rasanya sangat ironis sekali peran pemuda dan pemudi merasa kehilangan sosok karakter yang sebenarnya. Kebobrokan moral yang terus menerus menggerogoti para remaja. Generasi muda menjadi salah, merasa ditelanjangi oleh oknum-oknum yang tak bertanggung jawab. Bukannya malah memotivasi melainkan meracuni para penerus bangsa saat ini. Khususnya para pemuda dan pemudinya. Sejatinya ini merupakan pengaruh budaya-budaya barat yang sengaja untuk membunuh karakter para pemuda dan remaja Indonesia saat ini. Jadi sangat mungkin untuk menghancurkan pemuda Islam khususnya melalui pemuda dan remajanya. Mereka hanya perlu terus dihasut supaya menyimpang dari aturan Islam yang ada.

Hari demi hari, tahun demi tahun, terus saja terjadi perubahan yang sangat signifikan. Dekadensi moral yang terjadi di kalangan pemuda Islam semakin mengkhawatirkan. Kemurnian ajaran Islam yang dulu sangat disakralkan sekarang terkesan biasa saja. Ini menjadi tugas kita bersama untuk membangun kembali peradaban yang lebih baik, khususnya para pemuda dan remaja Islam untuk menjadi lebih baik. Karena pemuda merupakan aset bangsa kita untuk meneruskan generasi selanjutnya atau yang akan datang. Bagaimana kalau seandainya peradaban saat ini berkaca terhadap zaman now yang menggambarkan tidak senonoh terhadap pemuda dan remaja saat ini. Tidak bisa dibayangkan apabila penerus seperti demikian menjadi penerus bangsa kita. Bisa hancur dunia ini, apabila hal tersebut bisa terjadi kalau tidak sesuai dengan aturan aturan Islam yang ada. Coba kita renungkan sejarah abad terdahulu generasi muda Islam yang sangat luar biasa.

Supaya menjadi teladan terbaik untuk semua umat Islam khususnya para pemuda dan remaja. Catatan-catatan sejarah, di mana Islam selalu mampu melahirkan generasi-generasi hebat dambaan umat, yang walau di usia belia telah mampu menorehkan tinta emas dalam sejarah, mengharumkan nama Islam, dan membuat Islam memenangkan peradaban. Merekalah yang dengan ribuan pemuda dan remaja lainnya  memperjuangkan dan mendakwahkan Islam dengan dorongan iman, menghabiskan waktunya siang dan malam untuk kepentingan Islam, hingga kini kita tetap mampu mereguk manisnya iman dan damainya Islam saat ini.

Mari tengok kembali kisah Usamah bin Zaid yang diangkat oleh Rasulullah menjadi komandan pasukan kaum muslimin dalam penaklukan Syam padahal baru berusia 18 tahun. Atau kisah Imam Syafi’i yang telah hafal Alquran di usia 9 tahun, serta Ibnu Sina yang telah hafal Alquran di usia 5 tahun bahkan kemudian mampu menjadi bapak kedokteran dunia. Tentu kita tidak akan lupa kisah heroik Muhammad Al Fatih sang penakluk Konstantinopel yang mampu menjadi sultan di usia muda. Juga, kisah Zaid bin Tsabit yang dengan gagah berani berjihad di usianya yang baru 13 tahun. Kemudian diperintahkan untuk menghimpun wahyu di usia 21 tahun.

Itulah generasi muda militan Islam terdahulu yang gaungnya masih terdengar sampai saat ini. Apakah tidak mungkin, jika kita menyamai prestasi gemilang yang telah mereka ukir di zamannya? Tentunya sangat mungkin untuk kita bisa menyamai mereka. Dengan cara berkomitmen dan berusaha, serta bersungguh-sungguh untuk menyamai mereka sebagai pemuda yang telah mengharumkan nama Islam di zamannya. Apabila hal demikian bisa dicapai dan dilakukan khususnya di Indonesia menjadi sangat luar biasa untuk bisa mengharumkan bangsa Indonesia.


Sumber :

https://www.anakmandiri.org/2023/08/04/pendidikan-literasi-digital-untuk-remaja-smart-teenager-smart-gadgets/

https://remajanew.blogspot.com/2015/01/Definisi-arti-pengertian-remaja.html

https://smkswadayaglobalschool.sch.id/read/10/islam-dan-remaja-masa-kini

Bahasa sebagai Penentu dan Pembeda Kelas

BAHASA

Salah satu tips adalah kita harus pandai-pandai berbahasa. Tidak hanya sekedar pandai berbahasa, sekali lagi adalah kita harus pandai-pandai berbahasa. Karena bahasa adalah penentu dan pembeda kelas. Janganlah menggunakan bahasa dan cara bicara yang membuat orang baik tidak tertarik kepadamu. 

Jika engkau menginginkan kehidupan dan pilihan belahan jiwa yang lebih berkelas, berbahasalah yang lebih baik.

Bahasa ini tidak hanya berkaitan dengan segala kata yang kita ucapkan secara lisan, namun juga bahasa yang kita tuangkan dalam tulisan. Jaga hati, jaga pikiran, jaga mulut dengan jari jarimu, karena mulutmu harimaumu.


Bahasa dapat bervariasi berdasarkan tingkat kebangsawanan adalah variasi bahasa yang terkait dengan tingkat dan kedudukan (kebangsawanan atau raja-raja) dalam masyarakatnya. Misalnya, adanya perbedaan variasi bahasa yang digunakan oleh raja (keturunan raja) dengan masyarakat biasa dalam bidang kosakata, seperti kata mati untuk masyarakat biasa, sedangkan para raja menggunakan kata mangkat. 

Di Bali, misalnya masyarakat yang memiliki kasta brahmana mengunakan kata “ngajeng” untuk aktivitas makan, sedangkan masyarakat sudra menggunakan kata “medaar” untuk aktivitas makan.


Bahasa kromo inggil dan kromo ngoko menurut Suwardi Endrawara ialah :

Kromo Inggil adalah bahasa yang digunakan dalam bahasa Jawa yang digunakan oleh seorang yang memiliki derajat dan status sosial rendah terhadap orang yang memiliki derajad dan status sosial yang lebih tinggi dengan tujuan untuk menghormati, sedangkan Kromo Ngoko ialah bahasa yang digunakan dalam bahasa Jawa yang digunakan untuk strata sosial masyarakat umum atau oleh seorang bangsawan dan orang terhormat kepada bawahannya.

Pemakaian Bahasa Jawa, ada tingkatan pokok yang menjadi landasan dalam menerapkan dalam memakai bahasa tersebut. Yaitu bahasa Jawa kromo, madya, dan ngoko. Dimana bahasa Jawa Ngoko dianggap memiliki tingkat kesopanan berbahasa yang rendah yang biasanya digunakan oleh raja kepada rakyatnya atau priyayi kepada wong cilik (orang kecil), atau yang lebih mudahnya adalah orang tua kepada anak yang lebih muda.

Kemudian, sedikit yang lebih tinggi dari bahasa ngoko adalah madya, dimana bahasa ini digunakan dalam perbincangan pada tingkat menengah.


Menurut E.M. Uhlenbeck Bahasa Jawa Krama :

Kata Jawa Krama biasanya dipakai dalam buku tata bahasa Jawa untuk menyatakan substitusi sejumlah kata yang dahulu hanya boleh dipakai bila seorang pembicara menyapa seseorang yang menurut norma Jawa mempunyai kedudukan sosial yang lebih tinggi. Dewasa ini, dimana hubungan sosial menjadi semakin kompleks sehingga status sosial para pemakai bahasa sukar untuk ditetapkan, bentuk ini juga dipergunakan dalam kasus dimana pembicara mempunyai kedudukan sosial yang sama atau bahkan yang lebih tinggi daripada lawan sapanya.

Biasanya digunakan oleh orang yang memiliki kedudukan atau usia yang setara. Dan yang dianggap paling tinggi dalam bahasa Jawa adalah bahasa kromo inggil, dimana bahasa kromo ini dianggap bahasa yang memiliki tingkat kesopanan paling tinggi yang biasanya digunakan oleh anak muda terhadap orang yang lebih tua dengan maksud sebagai pengungkapan sikap hormat.

Bahasa ngoko mencerminkan makna tak berjarak atau tak berjarak antara penutur atau seseorang yang mengajak berbicara dengan mitra tutur atau seseorang yang diajak berbicara. Makna tersebut mengisyaratkan adanya tingkat keakraban hubungan. Sehubungan dengan maknanya, maka fungsinya adalah untuk menunjukkan sifat hubungan yang akrab antara penutur dengan mitra tutur, sedangkan bahasa Kromo Inggil mencerminkan makna hormat antara penutur dengan mitra tutur.

Adapun makna tingkat tutur madya yaitu memiliki makna sedang. Pihak yang tingkat sosialnya lebih rendah, cenderung menggunakan tingkat bahasa yang lebih tinggi dalam berbicara, yaitu menggunakan bahasa kromo. Sedangkan pihak yang tingkat sosialnya lebih tinggi cenderung menggunakan tingkat bahasa yang lebih rendah, yaitu bahasa ngoko. Kromo Inggil yang menunjukkan adanya tingkatan kelas sosial seseorang yang memiliki kedudukan lebih tinggi dalam menggunakan bahasa mencerminkan kesopanan dan tata krama dalam pribadi seseorang tersebut.


Sumber :

https://kantorbahasamaluku.kemdikbud.go.id/2018/07/variasi-bahasa-bagian-kedua/

https://blog.unnes.ac.id/putriafra22/2017/12/03/perubahan-sosial-masyarakat-jawa-dalam-hal-bahasa-jawa/

https://journal.iaialhikmahtuban.ac.id/index.php/ijecie/article/download/36/35/

Thursday, August 31, 2023

Penyakit Rasa

Bersabar adalah kunci dari ridha Allah. Bahkan saat kita bersabar, Allah akan mengutus malaikat untuk membela ketidakbenaran. Sabar adalah ketahanan mental-spiritual. Dan syarat agar bisa menguasai ilmu sabar kita harus memiliki ketahanan jiwa dan kekayaan mental-spiritual.

Dan dengan menambah waktu untuk beribadah maka kita akan menjadi orang yang lebih tenang dan selalu bersabar.

Orang yang tidak mengenal Allah, akan mudah dan rentan stres. Karena saat orang tersebut memiliki masalah, maka dia tidak memiliki Dzat yang dapat dijadikan sandaran dan tempat mengadu. Lalu orang tersebut akan merasa sendiri, galau, bingung, khawatir dan ketakutan.

Selain sabar, kita juga perlu ikhlas. Ikhlas adalah sadar, rela, menerima dan berserah diri. Ilmu ikhlas harus datang dari diri sendiri dan bukan merupakan sebuah paksaan. Ikhlas adalah pangkal dari kejujuran spiritual serta sekaligus mengakui Allah sebagai penguasa. Sadar bahwa semua yang kita lakukan di dunia ini karena Allah.

Selain ikhlas dan sabar, kita juga perlu menghindari penyakit hati, yaitu diantaranya adalah marah, iri hati dan dendam. Orang yang memiliki dendam akan dapat merugikan diri sendiri. Jika kita tidak segera memaafkan yang menyakiti kita, maka akan justru semakin menyakiti diri kita sendiri.

Penyakit hati akan membuat rugi kita sendiri, selain juga dibenci oleh Allah. Untuk menghilangkan penyakit hati, kita dapat menetralisirnya dengan berpuasa.


Sumber :

https://potretbuku.blogspot.com/2023/05/ya-allah-maaf-saya-tidak-ada-waktu.html

Olah Rasa

Olah Raga, Olah Pikiran, Olah Jiwa dan Olah Hati

Dalam tubuh manusia ada 4 hal yang perlu diperhatikan dan diseimbangkan agar dapat hidup seimbang dan bahagia, yaitu maka manusia perlu memperhatikan dan mengolah empat unsur yang ada di manusia yaitu Raga, Pikiran, Jiwa dan Hati.


Raga

Raga perlu senatiasa diasupi makanan yang bergizi, agar tumbuh dan berkembang serta mempunyai kebiasaan berolahraga supaya raga atau tubuh menjadi lebih sehat, lebih kuat dan tumbuh dengan sempurna.


Pikiran

Belajar merupakan proses perubahan sebagai hasil dari pengalaman atau latihan dengan interaksi antara stimulus dan respon. Stimulus adalah apa saja yang diberikan guru kepada pelajar, sedangkan respons berupa reaksi atau tanggapan pelajar terhadap stimulus yang diberikan oleh guru tersebut.


Jiwa

Jiwa perlu asupan dari sesuai perkembangan usia seperti moral, budi pekerti dan keimanan, sesuai dengan semboyan ‘dalam badan yang sehat terdapat jiwa yang kuat’.


Hati

Rasa atau hati perlu memiliki kepekaan kepada rasa di dalam diri sendiri maupun rasa karena efek dari eksternal, akan membentuk Rasa lebih tajam terhadap hal-hal yang dirasakan Raga dan Jiwa. Rasa semakin peka akan menjadikan manusia lebih tenggang rasa kepada manusia lain, masyarakat dan dunia.


Sumber :

http://www.taufanyanuar.com/2019/03/olah-raga-olah-pikiran-olah-jiwa-dan.html

Empat Level Rasa & Hati

LEVEL 01

Tertarik

Perasaan pada pandangan pertama, bukanlah cinta, karena itu hanya sedang tertarik saja. Tertarik merupakan perasaan paling dasar yang kemungkinan akan menghantarkan kita pada tingkat kekaguman. Ketertarikan bersifat sementara, dan bisa hilang dalam waktu yang cepat.

Rasa tertarik biasanya muncul paling pertama kali. Perasaan itu biasanya menyelip muncul ketika kamu tidak sengaja melihat atau menemukan sesuatu. Rasa tertarik ini adalah perasaan yang paling mendasar sebelum kamu bisa merasa kagum sama seseorang. Kalau kamu nggak tertarik sama seseorang, kamu nggak mungkin mendekati atau mencari tahu hingga bisa kagum, bahkan hingga suka, sayang dan cinta sama seseorang. Waktu kamu tertarik, ada satu hal kecil dari diri seseorang yang membuatmu ingin mengenal dia lebih jauh lagi.

Setiap orang memiliki daya tarik yang hanya dianggap menarik oleh seseorang atau sebagian orang saja. Misalnya nih, mungkin kelebihanmu adalah orang yang straight to the point. Bagi sebagian orang mungkin hal itu bukan hal yang menarik dan menyenangkan, tapi mungkin buat seseorang atau sebagian orang, mereka melihatnya sebagai daya tarikmu.

Rasa tertarik ini mudah sekali untuk pudar, apalagi bila tidak dibarengi dengan kemauan untuk mengenal orang itu lebih dalam lagi. Dengan frekuensi pertemuan dan interaksi yang minim, rasa tertarik itu mungkin akan mengapung di sana. Menjadi sekadar rasa tertarik, tanpa bisa bertumbuh menjadi rasa kagum.


Kagum

Setelah ada rasa tertarik, kemudian dilanjutkan proses yang relatif sering, selanjutnya tumbuh rasa kagum, dikarenakan yang bersangkutan mempunyai kelebihan dan layak dijadikan pujian. Rasa kagum bersifat sementara dan bisa hilang. Kagum hanya menghantarkan pada kesenangan, sisi menarik dan baik saja, tapi tidak pada hal keburukan. Namun kekaguman juga bisa jadi benih cinta. 

Kagum adalah perasaan positif dan enggak harus menuntut berlanjut ke perasaan cinta. Walaupun seringkali saat kita beneran cinta sama seseorang, kita akan melalui perasaan ini. Saat kagum, kita merasa tertarik dengan orang tersebut dan seringkali menghabiskan waktu bersama. Kenangan-kenangan bersamanya selalu berkesan dan menempel di pikiran kita. Bahkan saat seseorang enggak sengaja menyebut nama orang yang kita kagumi ini, kita langsung bisa mengingat kenangan-kenangan itu dan merasa senang.

Rasa kagum itu bisa muncul kapan saja, dimana saja, sama siapa saja dan biasanya muncul setelah rasa tertarik muncul. Rasa kagum nggak terbatas hanya sama lawan jenis, tapi kamu juga bisa kagum sama temanmu yang sesama jenis. Rasa kagum biasanya muncul setelah kamu tertarik sama seseorang. Kamu jadi kagum karena orang itu memiliki kelebihan yang menurutmu menarik.

Contohnya nih, kamu bisa saja kagum sama cowok yang cakep dan tampan atau cewek berparas cantik dan anggun , kamu bisa juga kagum sama pemain gitar yang baru kamu lihat di konser, walau kamu nggak kenal siapa orang itu atau pun bagaimana kebiasaannya sehari-hari setelah kamu tertarik melihat permainan gitarnya yang lihai. Kamu juga bisa saja kagum dengan temanmu yang baru selesai presentasi dengan flawless dan berhasil meyakinkan dirimu serta seisi ruangan bahwa pemikirannya itu super keren.

Biasanya, rasa kagum ini sifatnya sementara. Ketika kamu menemukan seseorang yang dapat membuatmu berdecak kagum lebih keras, maka rasa kagummu pada orang yang lama bisa saja hilang. Tapi ingat lho, guys, rasa kagum itu juga benih dari cinta, yang kalau disirami secara rutin dan teratur bisa bertumbuh.

Bedanya kagum sama rasa lainnya? Saat kamu mengagumi seseorang, kamu akan selalu memperhatikan sisi atau kulit luarnya. Kamu hanya sebatas senang dengan apa yang ia lakukan dan ketika ada sisi buruk dari dirinya yang kamu temukan, rasa kagummu juga bisa hilang. Ketika seseorang itu tidak mencapai ekspektasimu, maka ucapkan sampai jumpa dengan orang itu.


Naksir 

Naksir adalah kondisi ketika kita merasa tertarik kepada seseorang. Hanya saja, naksir sering dilalui saat kita mengalami cinta monyet. Naksir digolongkan ke dalam short-term feeling yang artinya sering enggak berlangsung lama. Naksir adalah merasa senang kalau punya kesamaan terhadap sesuatu. Gejalanya seringkali menulis puisi, cerpen, melukis  atau selalu memikirkan orang itu. Pokoknya mau ngapa-ngapain ingetnya orang itu doang.


LEVEL 02

Suka

Setelah ada rasa kagum, seiring berjalananya waktu, pelan-pelan kita akan mulai menyukai seseorang. Perasaan tersebut bisa semakin tebal hingga kita merasa butuh untuk menjadikan dia sebagai milik kita seorang saja. Rasa suka terkadang egois, karena kita memaksakan untuk berubah menjadi sosok yang kita sukai dan ingini tanpa melihat perbedaan fakta yang ada.

Mirip seperti naksir, perasaan suka diawali dengan rasa tertarik pada seseorang. Dalam proses suka, kita sering mencari-cari kecocokan, karena di kondisi ini kita memikirkan seseorang tersebut punya potensi memiliki hubungan yang lebih dengan kita. Lucunya, saat suka kita masih punya kemungkinan ilfil dengan target kita ini. Misalnya dia enggak sengaja kentut, terus bau banget dan kita jadi ilfil. Itu sering banget kejadian. Sering telponan sama gebetan terus dia bilang, “Lo dulu aja yang nutup telepon.” Well, itu adalah salah satu tanda dia suka sama kita. 

Ketika kamu sudah tertarik dan kagum sama seseorang, lama kelamaan kamu bisa suka sama orang tersebut. Bagaimana bisa? Tidak ada penjelasan ilmiah di balik pernyataan ini tapi, satu hal yang penulis pegang pasti. Bila rasa kagum itu terus bertambah setiap waktunya, maka lama kelamaan secara tidak sadar, rasa suka bisa bertumbuh juga. Mungkin awalnya kamu kagum karena sifatnya yang super pengertian. Kamu heran karena ternyata di dunia ini masih ada sosok yang bisa mengerti dirimu yang memang mudah panik. Setiap hari ada saja yang membuatmu kagum, kamu membuka lapis demi lapis hal yang menarik tentang dirinya dan secara tidak sadar, kamu suka padanya.

Kamu ingin dia jadi milikmu. Kadang rasa suka itu sifatnya egois karena secara tidak sadar, kita menuntut orang lain untuk tetap berlaku seperti yang telah dia lakukan sebelumnya. Melakukan hal-hal yang membuat kita suka padanya. Kadang di tahap suka ini, kamu merasa sudah mengenal orang itu sepenuhnya. Tapi pada kenyataannya, masih banyak ‘sisi lain’ dari orang itu yang belum kamu ketahui. Kenyataannya, banyak orang yang setelah tahu ‘sisi lain’ tersebut, mereka memutuskan untuk mundur dari medan pertempuran.


Terobsesi

Terobsesi adalah kondisi saat pikiran kita hanya dipenuhi oleh orang ini. Kita bakal berupaya untuk memenangkan perhatiannya dengan cara apapun. Mulai dari nge-chat tiada henti setiap harinya, telepon, hingga terus-terus nge-mention dia lewat media sosial. Saat terobsesi dengan seseorang, kita juga jadi cenderung mengontrol dan memberi tekanan terhadap hidup mereka serta bakal ketakutan kalau lepas kontrol dari orang tersebut.


Infatuation

Infatuation atau perasaan tergila-gila memiliki kondisi yang hampir sama seperti saat kita naksir seseorang. Bisa dibilang infatuation adalah perasaan naksir yang sudah memuncak. Kita selalu pengin terus menghabiskan waktu dengan orang tersebut dan merasa nyaman kalau dia ada di sekitar kita. Hanya saja, dalam tahap infatuation kita tidak bisa memutuskan untuk beneran menyayangi orang tersebut dan terus-terusan bimbang untuk berkomitmen. Seiring berjalannya waktu, pada akhirnya infatuation bakal luntur dengan sendirinya bersamaan dengan hilangnya rasa tertarik kita pada orang tersebut.

Nafsu adalah kondisi saat seseorang menginginkan hasrat dalam hal seksual. Saat berkomunikasi, seringkali diisi dengan chat yang sangat flirty. Kondisi nafsu hanya dipenuhi dengan keinginan untuk berinteraksi secara fisik saja, sementara seseorang dengan kondisi ini bakal ketakukan kalau beneran memiliki perasaan suka.


LEVEL 03

Cinta

Berbagai macam perasaan akan berujung pada cinta. Cinta yang tulus tidak berharap balasan, Jika hati ada cinta, maka kita akan melakukan apa untuk membuat dia bahagia. Cinta bukan sekedar ucapan. Kita akan mulai merasakan berbagai macam tantangan, tentang bagaimana beratnya memperjuangkan hubungan.

Cinta adalah kondisi ketika kita benar-benar merasa menyayangi dengan perasaan tulus dan dalam. Mood kita akan sering berubah-ubah tapi perhatian yang kita berikan termasuk unconditional, alias tulus tanpa syarat. Komunikasi yang kita lakukan dengan orang yang kita cintai ini lebih dari sekadar chattingan, tapi sudah berinteraksi dengan ngobrol langsung dan diskusi yang berisi. Cinta juga enggak melulu harus dirasakan antara kita dengan gebetan atau pacar, tapi juga kepada orang tua dan keluarga.

Ketika kamu sudah bertemu cinta, kamu juga akan bertemu dengan yang namanya pengorbanan. Karena tidak ada cinta yang benar-benar nyata di dunia ini tanpa pengorbanan. Jangan langsung percaya ketika seseorang berkata, “Aku cinta padamu” karena kalau dia tidak menunjukkannya lewat tindakan nyata (sebuah pengorbanan), maka semuanya sia-sia.

Ketika kamu merasakan cinta, kamu akan (bahkan wajib) memberikan 100 persen dari yang kamu miliki. Ketika kamu tahu apa yang namanya cinta, kamu tidak akan menuntut dia memberikan balasan. Mengapa? Alasannya ada dua. Pertama, karena kamu cinta pada orang itu dan cinta tidak menuntut. Kedua, karena cinta tidak menuntut, cinta hanya mengharapkan. Kamu akan menunggu, walau kadang kamu tahu penantianmu bakal sia-sia.

Cinta dalam level ini meski tidak menuntut, namun hanya mengharapkan. Kamu akan menunggu, walau kadang kamu tahu penantianmu bakal sia-sia.

Kamu akan tetap memperhatikannya, walau kamu tahu dia memperhatikan orang lain. Kamu tetap memandangnya, walau kamu tahu di bola matanya ada sosok lain yang ia dambakan. Karena cinta berada di kasta paling tinggi, tidak heran tantangannya juga sangat besar.

Kamu yang mengerti cinta, berarti kamu juga mengerti ketika seseorang menjadi duniamu. Seakan-akan, dia jadi gravitasi yang selalu membuatmu jatuh berulang-ulang. Walau ada rasa sakit, tapi kamu indahkan karena dialah yang menjadi pusat duniamu.


LEVEL 04

Sayang

Rasa sayang adalah suka yang berlipatganda, hasil akumulasi dari suka serta keinginan untuk memiliki, rasa ingin bersama, hingga tak ingin jauh dari sisinya. Tidak sekedar dari penampilan luarnya saja, tapi juga kekurangannya. Sehingga timbul dorongan untuk menyatakan rasa.

Rasa sayang ini porsinya lebih besar dari rasa suka. Kalau di depot-depot, bisa dibilang rasa sayang itu porsi jumbo. Rasa sukamu sudah terakumulasi dan kini berubah menjadi rasa sayang. Rasa ingin memiliki, rasa ingin menghabiskan waktu bersama. Kamu bisa dibilang sayang seseorang saat kamu sadar ingin bertemu dengan dirinya setiap hari karena kamu senang dan nyaman di sisinya.

Kamu merasa sayang padanya saat kamu melihat dia dari hatimu, bukan sekadar kulit luarnya saja. Kamu tahu sifat-sifat jeleknya dan berusaha untuk menemukan solusi untuk dirimu pribadi dan juga dirinya. Ketika kamu sayang seseorang, kamu bakalan berusaha supaya kalian berdua bisa bersatu, saling memiliki selamanya. Sebisa mungkin kamu akan menjadi yang terbaik untuknya dan berharap dia juga akan menjadi yang terbaik untuk dirimu. Secara tidak langsung, ada tuntutan walau kesannya lebih halus dan rapi.

Ini dia nih kasta tertinggi dari perasaan seseorang di dunia. Sayang adalah cinta yang akan terbukti tulus tanpa syarat.

Karena cinta jenis ini (level 4), misalnya orangtua kepada anak bukan dinilai sebagai pengorbanan terhadap anak, karena tidak seperti jenis cinta (level 3) yang menuntut balasan terhadap apa yang mereka telah berikan. 

Namun di level ini kita tidak akan menuntut dia memberikan balasan. Karena kamu cinta dan cinta tidak menuntut. 


Sumber :

http://www.taufanyanuar.com/2014/05/tertarik-kagum-suka-sayang-dan-cinta.html

https://cewekbanget.grid.id/amp/06868002/perbedaan-naksir-suka-kagum-cinta-terobsesi-dan-nafsu-yang-harus-kita-tahu?page=all

https://www.idntimes.com/life/relationship/azka/kamu-perlu-tahu-apa-bedanya-tertarik-kagum-suka-sayang-dan-cinta?page=all

Sunday, June 4, 2023

Lebih cepat, Lebih baik, Sedikit beda

“Sedikit lebih beda itu, jauh lebih baik daripada sedikit lebih baik.”


Untuk unggul bisa memilih 3 hal : 

Lebih cepat, Lebih baik, Sedikit beda


@tendakonsultan

Saturday, May 20, 2023

Konsisten dan Persisten


Kunci sukses ada 2, yaitu konsisten dan persisten

konsisten = sesuai dengan rencana

persisten = gigih atau daya tahan yang kuat

Tak Usah Dendam, Biarkan Alam Melakukan Tugasnya

Dalam hidup, kita sering kali dihadapkan pada situasi di mana orang lain menyakiti atau mengecewakan kita. Secara naluriah, mungkin ada doro...